Magetan โ Minggu, (23,1) Lembaga Manajaemen Infaq (LMI) bersama Pendaki Karisidenan Madiun (PKM) menyiapkan Program Sabuk Gunung untuk konservasi lahan kritis di kawasan Gunung Lawu.
PKM ini adalah sebuah komunitas yang beranggotakan para pegiat alam. Pada 4th anniversary-nya, PKM bersama komunitas pegiat alam lainya dan lembaga amil zakat nasional (LMI) membuat event di Lawu Green Forest, Kabupaten Magetan yang berlangsung dari 22-23 Januari 2022.
Pada event yang bertemakan “Menembus Batas Dengan Solidaritas” tersebut, turut menghadirkan Khansa Syahlaa (7 Summits Indonesia) yang berbagi pengalaman mulai manajemen pendakian hingga memberikan tips aman mendaki.
Bilal Aston selaku ketua panitia mengatakan, pada ulang tahun PKM yang ke 4, mereka mengangkat isu lingkungan dan mendatangkan Gery dari Patraprawira yang memberikan edukasi trashbag community dan Rifan yang berbagai pengalaman survival selama menjadi tim rescue karanganyar emergency.
Selain edukasi tentang peduli lingkungan, penanaman juga dilakukan di sepanjang jalan area Lawu green forest dengan total pena300 bibit pohon.
Irfan Nurdiansyah, salah satu peserta dari Kota Surabaya mengak, senang dengan adanya kegiatan ini. Mengingat di daerah pegunungan Indonesia sendiri sudah mulai banyak sumber air yang berkurang debitnya atau bahkan hilang. Dengan adanya edukasi sampah dan penanaman pohon seperti ini maka akan menjaga keberlangsungan sumber mata air dan ketersediaan oksigen.
Sementara itu, Manajer Penanggulangan Bencana Laznas LMI Susanto mengatakan, kegiatan ini dalam rangka pelestarian alam, menghidupkan sejumlah mata air yang kering di kawasan Gunung Lawu sehingga merupakan program jangka panjang agar hasilnya juga bisa dinikmati jangka panjang. Kegiatan ini ditutup pada Minggu (23,1) siang dengan pembagian doorprize kepada peserta. (red)







