spot_img
Minggu, April 19, 2026
Beranda Banyuwangi Komisi IX DPR RI bersama BPOM Surabaya Sosialisasikan Pengenalan Bahan Berbahaya pada...

Komisi IX DPR RI bersama BPOM Surabaya Sosialisasikan Pengenalan Bahan Berbahaya pada Pangan

288

Banyuwangi –ย Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, HJ Nihayatul Wafiroh, bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan, atau BPOM Surabaya. Mengadakan sosialisasi terkait pentingnya mengenali bahan berbahaya pada pangan, kepada 400 lebih masyarakat yang ada di Banyuwangi, Selasa siang. Dalam acara yang juga menggandeng asosiasi BPD tersebut, para peserta mendapat pemahaman. Terkait bahayanya penggunaan zat kimia, yang sering di salahgunakan sebagai bahan pembuat pangan.

Wakil Ketua DPR RI, HJ Nihayatul Wafiroh, bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM Surabaya, Selasa, 26 Oktober 2021. Mensosialisasikan tentang pentingnya mengenali zat berbahaya yang ada pada pangan, serta pengaruhnya pada kesehatan. Dengan menggandeng asosiasi BPD, acara yang di gelar di Graha Bhakti Sport Center, Kecamatan Genteng. Menyasar sedikitnya 400 masyarakat yang ada di Banyuwangi.

Sosialisasi ini penting, mengingat saat ini, sering menemukan produk pangan yang mengandung zat berbahaya, masih beredar di tengah masyarakat. Dan pengetahuan yang di miliki akan bahaya yang timbul, jika tetap mengkonsumsi produk pangan tersebut, hingga kini masih kurang. Maka dari itu, lewat sosialisasi yang BPOM gelar kali ini lebih menekankan pada 3 hal terkait zat berbahaya yang ada dalam pangan. Antaranya bahaya kimia, bahaya biologis, serta bahaya fisik. Para peserta juga diberikan pemahaman, terkait bahayanya penyalahgunaan zat kimia berbahaya, yang sering ditemukan dalam produk pangan.

Sementara itu wakil ketua komisi 9 DPR RI, HJ Nihayatul Wafiroh menuturkan, masyarakat harus paham benar mana bahan yang berbahaya untuk pangan dan mana mana yang aman untuk kesehatan.

Wanita yang akrab disapa nduk nik tersebut, juga menyampaikan, dimasa pandemi saat ini, banyak produk jamu maupun produk berkhasiat lainnya, yang sudah beredar di masyarakat, akan tetapi belum diketahui secara pasti apakah aman untuk dikonsumsi. (as)