Ketua Umum GP Ansor Sindir Capres-Cawapres Bawa Nama NU

40

Bangkalan, Madura – Jelang Pemilihan Umum 2024, sejumlah calon pemimpin bangsa tidak henti-hentinya melakukan safari politik, baik kepada para tokoh agama maupun masyarakat umum. Upaya ini dilakukan dengan harapan untuk memperoleh simpati dan dukungan dari berbagai segmen masyarakat.

Minggu siang kemarin, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Gus Yaqut Cholil Qoumas, memberikan pernyataan yang mencuat saat menghadiri acara pelantikan Gerakan Pemuda Ansor di wilayah Bangkalan, Madura. Dalam pernyataannya, Gus Yaqut tidak segan memberikan sindiran kepada calon pemimpin bangsa yang tengah berseliweran di tengah-tengah masyarakat.

Gus Yaqut menyampaikan bahwa sejumlah calon pemimpin, baik calon presiden maupun calon wakil presiden, tiba-tiba secara mendadak mengaku berasal dari Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Namun, menurut Gus Yaqut, mereka tidak benar-benar berjuang untuk kepentingan seluruh kemasyarakatan. Bahkan, ada yang dianggap telah merendahkan martabat organisasi Islam terbesar di Tanah Air.

Dalam konteks ini, Gus Yaqut secara tegas meminta agar calon pemimpin yang merendahkan NU tidak dipilih dalam Pemilihan Umum Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024 mendatang. Pernyataan ini pun mendapat sorotan luas dari berbagai kalangan.

“Saya mengharapkan agar kita memilih pemimpin yang benar-benar mementingkan kemaslahatan bersama dan menghormati organisasi besar seperti NU,” ujar Gus Yaqut.

Gerakan Pemuda Ansor, sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama, diharapkan akan tetap konsisten dalam menjaga rumah besar NU. Gus Yaqut mengingatkan kader-kader Ansor untuk selalu menjaga integritas organisasi dan memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan bangsa.

Pernyataan Gus Yaqut Cholil Qoumas ini memunculkan diskusi dan refleksi mendalam dalam masyarakat. Dalam suasana politik yang semakin memanas menjelang Pemilihan Umum, penting bagi semua pihak untuk memilih pemimpin yang benar-benar memiliki komitmen untuk kemaslahatan bersama serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.