Sidoarjo – Disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Kiai Haji Zainal Abidin saat memberikan pemaparan pada acara Pasar Rakyat, Selamatan Ruwah dan Festival Seni Santri 2022 di Alun-Alun Sidoarjo, dalam rangka memperingati Harlah ke-60 Lesbumi dan Harlah ke-99 Nahdlatul Ulama.
Kiai Zainal mengatakan, Sidoarjo merupakan daerah yang banyak dijumpai situs maupun candi peninggalan Kerajaan Majapahit. Sehingga, dengan adanya peringatan Harlah tersebut menjadi tonggak awal seni-seni santri, yang bisa digali lebih jauh.
Diketahui, bahwa NU tidak hanya mengurusi Yasinan dan Tahlilan saja. Melainkan ekonomi, sosial, kesejahteraan, kesehatan, urusan fakir miskin dan segala macam seni yang ada di Indonesia diurusi Nahdlatul Ulama.
Melalui kegiatan ini, pengurus Lesbumi NU baik di tingkat Kabupaten Kota, hingga di jawa Timur diharapkan mampu menggali budaya lokal dan mampu menampilkannya di kancah nasional hingga internasional. Namun,tetap membawa peradaban budaya nusantara yang bernilai NU. (mk)







