
JAKARTA – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan tanggapan positif terkait pernyataan Yustinus Prastowo, Staf Khusus Bidang Komunikasi Strategis Menteri Keuangan, mengenai kontainer barang kiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak dan Tanjung Emas pada hari Senin (4/12).
Dalam keterangannya, BP2MI menyambut baik perhatian dari pihak terkait, terutama Kementerian Keuangan, atas isu ini. BP2MI memahami bahwa isu ini merupakan perhatian serius dalam rangka memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi para PMI yang menjadi tulang punggung keluarga di luar negeri.
BP2MI menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Keuangan, guna mencari solusi yang cepat dan efektif terhadap kendala yang dihadapi oleh PMI terkait dengan pengiriman barang mereka. Keterlibatan pihak-pihak terkait diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah ini dan menghindari dampak negatif bagi para PMI.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam perlindungan dan pemberdayaan PMI, BP2MI akan terus berupaya secara maksimal untuk menjaga kepentingan dan hak-hak PMI, sekaligus memastikan bahwa pengiriman barang kiriman mereka dapat berjalan lancar tanpa hambatan yang tidak perlu.
BP2MI juga mengimbau semua pihak terlibat untuk bekerja sama dalam semangat gotong royong demi kebaikan bersama dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap PMI. Semoga kerjasama ini dapat membawa dampak positif bagi PMI dan memberikan solusi yang berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mereka.







