
Jakarta Selatan – Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, serta Kementerian Agama meresmikan kerja sama dengan meluncurkan perangkat ajar kesehatan. Acara ini dilaksanakan di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, pada Senin kemarin, dalam rangka memberikan perubahan positif terhadap literasi kesehatan masyarakat.
Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Agama menegaskan komitmennya dalam melakukan integrasi materi kesehatan ke dalam pembelajaran sesuai dengan ruang lingkup masing-masing kementerian. Penandatanganan kerja sama antara Kemenkes, Kemendikbud, dan Kemenag juga ditandai dengan peluncuran perangkat ajar kesehatan tersebut.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya menyampaikan tanggung jawab bersama ketiga kementerian ini terhadap 280 juta rakyat Indonesia dalam tujuh tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai langkah intervensi utama, bukan sekadar pengobatan bagi orang sakit.
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menyambut baik upaya bersama ini. Pihaknya yakin bahwa integrasi materi kesehatan dalam kurikulum pendidikan akan menciptakan generasi yang lebih baik di masa depan.
Sekretaris Jenderal KemendikbudRistek, Ir. Suharti, mengungkapkan potensi gerakan hidup sehat yang luar biasa dengan dukungan 60 juta siswa dan 3 juta guru di seluruh Indonesia. Melalui kerja sama dengan Kemenkes, platform Indonesia Mengajar dapat menjadi wadah untuk menyebarkan materi kesehatan dari guru ke seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan peluncuran, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa terdapat 22 topik kesehatan perilaku sehat yang diharapkan dapat dilakukan oleh anak usia sekolah dan dapat ditularkan kepada seluruh anggota keluarga. Topik-topik tersebut melibatkan perilaku terkait gizi, sanitasi, kesehatan jiwa, kesehatan reproduksi, imunisasi, aktivitas fisik, pemeriksaan kesehatan, kepatuhan pengobatan, hingga kesiapan menghadapi bencana.
Direktur Endang mengungkapkan bahwa pengembangan perangkat ajar kesehatan melibatkan kerja sama dengan praktisi kesehatan dan pendidikan, termasuk organisasi profesi seperti IDAI, PERKI, PDSKJI, psikolog anak, KemendikbudRistek, dan Kemenag sejak akhir tahun 2022. Sebanyak 19 perangkat ajar kesehatan telah diunggah di platform Merdeka Mengajar, 27 dalam proses kurasi, 11 siap diusulkan untuk kurasi, dan 94 dalam proses pengembangan dan finalisasi.
Uji coba dilakukan di tujuh provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan, melibatkan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan petugas puskesmas.
Menteri Kesehatan Budi menyampaikan terima kasih karena diberikan kesempatan memasukkan bahan ajar kesehatan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah akhir (SMA). Ia berharap hal ini dapat menjadi langkah positif dalam mewujudkan Indonesia sehat.







