spot_img
Senin, Maret 16, 2026
Beranda Jawa Barat Karawang – Pekerja Kasar di Karawang Menjerit karena Pandemi Covid-19

Karawang – Pekerja Kasar di Karawang Menjerit karena Pandemi Covid-19

281

Karawang – Sulitnya ekonomi akibat pandemi Covid-19, baik di sektor industri, sektor pariwisata, dan perdagangan, merupakan sektor yang mengalami dampak cukup besar. Hal ini karena adanya aturan pemerintah untuk mengurangi sejumlah aktifitas. Baik di sektor industri, pariwisata, dan perdagangan, melalui PPKM. Dari mulai PPKM Darurat hingga kini PPKM level tiga. Salah satu yang paling berdampak adalah sektor industri, yang harus mengurangi jumlah karyawan untuk berkerja di perusahaan. Bahkan tak sedikit perusahaan yang justru gulung tikar akibat hantaman pandemi Covid-19.

Hampir dua tahun lamanya pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia membuat sektor ekonomi di Indonesia mengalami guncangan yang cukup hebat.  Hal ini membuat berbagai perusahaan jatuh bangun menghadapinya. Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Karawang Jawa Barat, akibat tidak beroperasinya PT Atlasindo Utama yang berlokasi di Desa Cintalanggeng, Kecamatan Tegalwaru. Ini membuat 450 karyawan yang merupakan warga sekitar menjerit karena kehilangan ladang mata pencariannya.

Jatam, salah seorang pekerja kasar, pembelah batu, menjelaskan jika sewaktu perusahaan tambang Atlasindo Utama masih beroperasi seperti biasa, ia mampu membawa uang sebesar 100.000 hingga 150.000 rupiah setiap harinya. Bahkan memiliki penghasilan tetap setiap harinya. Namun kini pasca penutupan perusahaan tambang terbesar di Kecamatan Tegalwaru, penghasilannya menurun drastis dari mulai 25.000 hingga 30.000 rupiah. Itu pun ia dapat tidak setiap hari. Mereka juga mengaku, selain tidak memiliki keterampilan khusus, faktor usia dan ijasah, membuat mereka merasa tak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan lain, selain menjadi pekerja kasar, yang tak membutuhkan keahlian khusus. Kecuali, tenaga dan tubuh yang prima untuk bekerja.

Pekerja tambang yang dulunya bekerja di Atlasindo Utama ini memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tak jarang harus menjual berbagai perabotan. Ini demi mencukupi kebutuhan hidup di masa pandemi Covid-19. Ratusan penambang yang bekerja di PT Atlasindo Utama, kini hanya bisa berharap kepada pemerintah daerah. Khususnya kepada Bupati Karawang, Cellica Nurachadiana, agar bisa kembali mengizinkan PT Atlasindo beroperasi. (mm)