Kadinkes Pastikan RSDLB/RI-OTG Berikan Layanan Maksimal Pasien Covid-19

40
Sumber : Foto Abraham Jurnalis MaduTV

Bangkalan – Selasa, (15/2/2022) Relawan Pendamping pada Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan (PPKPC-RSDLB) mulai disibukkan dengan kedatangan pasien.

Radian Jadid, Ketua Pelaksana PPKPC-RSLI menjelaskan, sejak sepekan dibuka, RSDLB kini merawat 15 pasien terdiri dari 8 laki-laki dan 7 perempuan. Hotline relawan terus dibanjiri permintaan informasi mengenai layanan faskes bagi yang terpapar Covid-19.

Awalnya kebanyakan dari individu dan klaster keluarga. Namun, beberapa hari ini terakhit mulai banyak institusi, kampus, perusahaan hingga minimarket yang menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 dengan jumlah cukup banyak.

“Hari ini rencananya akan masuk 15 pasien dari klaster tersebut.” imbuh Jadid.

Relawan Pendamping pada Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan (PPKPC-RSDLB)

Sebelumnya, Kamis (14/2/2022), Kepala Dinas Kesehatan Prov. Jawa Timur yang juga masih menjabat sebagai Kepala RSDLB, Dr. Erwin Astha Triyono, dr., Sp.PD., KPTI., FINASIM, didampingi Subhan (Tenaga Ahli BPBD) dan Bige Agus Wahjuono, SE, (Kasi Logistik BPBD), mengumpulkan seluruh personil dan memberikan beberapa arahan guna memastikan kesiapan dan kehandalan RSDLB.

Dengan sistem yang sudah pernah dibangun, progresnya sudah cukup bagus harus terus dijaga. Termasuk sistem rekam medis pasien. Pihaknya meminta tolong agar semua urusan administratif personil RSDLB dipenuhi dan diselesaikan sehingga semua bisa bekerja dengan baik dan dapat menjalankan hak dan kewajibannya dengan tenang, serta pemenuhan sarana dan prasarana, terutama layanan medis dan kenyamanan pasien.

Call Center harus cepat mensosialisasikan keberadaan rumah sakit dengan baik. Ia juga mengingatkan tentang prinsip utama layanan RSDLB. Pertama, memberi layanan dengan ritme tugas yang bagus sesuai aspek medis. Kedua, kenyamanan pasien, di manapun mereka selalu membandingkan dengan RS yang lain.

Sehingga kita tidak boleh ketinggalan memberikan layanan terbaik. Fasilitas harus jadi perhatian, baik kamar mandi, tempat cuci, fasilitas olah raga, dan yang pasti layanan kesehatan sesuai dengan keluhan dan kondisi pasien.

“Tolong juga disampaikan saran ibu Gubernur bahwa isoter jauh lebih handal dalam mencegah penyebaran dari pada isolasi mandiri”, pungkas Dr Erwin.

Sementara itu, Bige dari BPBD yang menangani sarpras RSDLB berjanji akan terus meningkatkan penyediaan sarana dan prasaran hingga lebih bagus dan lebih baik. Karena menjadi standar kenyamanan pasien. Maka, kamar mandi, air, listrik, wifi, alat fitness, baju medis, ambulance, dsb akan segera dipenuhi, dirapikan, dan disempurnakan. Juga alat komunikasikan dan ambulance akan disiapkan lagi 2 unit.

“Pesan dan arahan dr Erwin terkait administrasi personil dan ketersediaan sarpras akan segera kami penuhi. Semua ini dalam rangka memberikan layanan terbaik bagi pasien Covid-19. Khususnya untuk warga Jawa Timur dan masyarakat umum lainnya” janji Bige.

Jadid menambahkan, walaupun masih 15 orang yang dirawat, namun informasi yang masuk ke relawan sudah mengindikasikan akan adanya lonjakan pasien dengan adanya klaster institusi dan perusahaan. Setidaknya 15 orang sudah memasukkan daftar untuk masuk siang ini.

Saat ini, RSDL Bangkalan memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 380 bed. Sesuai dengan peruntukannya, RSDLB menerima pasien dengan kriteria OTG (Orang Tanpa Gejala) dan gejala ringan. Semua WNI yang sudah terkonfirmasi positif PCR, berusia di bawah 60 tahun dan mandiri (menjalani rawat senidir, tanpa bantuan orang lain) dapat langsung masuk dengan terlebih dahulu mengirimkan foto KTP dan hasil swab positif ke Call Center RSDLB 081332434363. Juga mengisi biodata pasien di https://bit.ly/DaftarPasienRSDLB

Fasilitas yang ada sesuai standar dan sama dengan yang ada di RSL Indrapura (dulu). Sehingga pasien akan dilayani dengan baik, mendapatkan asupan makanan bergizi dan fasilitas pemulihan yang beragam dan menyenangkan. Lokasinya pun tidak jauh seperti yang banyak orang bayangkan, yakni persis sisi kiri ujung jembatan Suramadu bagian Madura. Bisa diakses di https://maps.app.goo.gl/D4iiA35A8t8igmjRA

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir tentang layanan dan lokasi RSDLB. Silahkan yang terkena Covid-19 bisa memanfaatkan fasiltas gratis dari Pemprov Jatim tersebut. Apalagi dengan adanya SE Kemenkes No. HK 02.02/II/982/2022 bagi yang terkonfirmasi reaktif (positif) antigen-pun sudah bisa dilayani. Selama keterisian bed masih ada dan pasien lain bergejala, tidak banyak yang inden masuk.” terang Jadid. (ab)