
Sejak adanya pandemi Covid-19 membuat terjadi perubahan mendasar keuangan negara Indonesia serta konsentrasi pemerintah terfokus pada kesehatan dan ekonomi serta sosial, maupun politik. Hal ini menurut Teras usai menjadi pembicara di dialog secara daring bertema ‘Suara IKN dari Senator Kita’. Ini melalui rilis Jumat (10/9).
“Postur APBN dari tahun 2020 sampai rancangan APBN 2022 fokusnya pun masih terkait penanganan pandemi,” kata Teras Narang. Selain itu, lanjut senator asal Kalimantan Tengah itu, sampai akhir 2021, hutang pemerintah mencapai Rp7.252 triliun.
Sementara anggaran negara tersedot untuk membayar bunga hutang mencapai Rp773,3 triliun. Angka itu kemungkinan akan terus melejit sampai pada 2022. kemungkinan pemerintah akan menambah hutang lagi sekitar Rp1.000 triliun.
“Data lonjakan hutang dalam tiga tahun terakhir ini, bisa menciptakan jebakan hutang yang berbahaya. Jadi, mempertimbangkan anggaran dan terkait dengan utang negara ini, maka kita harus mengambil sikap berhati-hati,” ucap Teras. Menurut dia, faktor lain yang juga perlu menjadi p[erhatian adalah terkait payung hukum.
Teras mengatakan, wilayah yang menjadi Ibu Kota Negara ini, akan terpisah dari Provinsi Kalimantan Timur. Dengan begitu, memerlukan payung hukum.
Pendekatan ke elemen masyarakat dan peningkatan kualitas SDM mendukung Ibu Kota Negara itu terkesan belum berlangsung baik. “Jadi, saya menilai persiapan pemindahan Ibu Kota Negara ini, belum sepenuhnya sesuai harapan. Itulah kenapa saya mengajak semua pihak, realistis melihat keadaan bangsa dan negara Indonesia sekarang. Jika ingin menyoroti kelanjutan pemindahan Ibu Kota Negara,” demikian Teras Narang.
Dialog secara daring bertema ‘Suara IKN dari Senator Kita’ yang terlaksana Kaltim Post itu juga turut menghadirkan Anggota DPD RI dari Kalimantan Selatan Habib Aburrahman Bahasyim, serta dari Kalimantan Timur Aji Mirni Mawarni. (Antara/krs/jwm/*)







