spot_img
Senin, Maret 30, 2026
Beranda BERITA VIDEO Houthi Bajak Kapal Milik Israel, Iran Bantah Terlibat

Houthi Bajak Kapal Milik Israel, Iran Bantah Terlibat

218
Kelompok militan Houthi ambil alih sebuah kapal kargo Israel

LAUT MERAH – Kelompok militan Houthi di Yaman, yang dikenal juga sebagai Hutsi, baru-baru ini mengklaim pengambilalihan sebuah kapal kargo yang sebagian besar dimiliki oleh pengusaha Israel dan dioperasikan oleh perusahaan Jepang di Laut Merah. Tindakan ini mereka nyatakan sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza dan Palestina, yang saat ini terus menghadapi serangan militer dari Tel Aviv.

Seorang juru bicara militer Houthi, Mohammed Al Attab, mengkonfirmasi pada hari Minggu, 19 November 2023, bahwa pejuang Houthi telah berhasil membajak kapal kargo bernama Galaxy Leader. Kapal ini sedang dalam perjalanan dari Turki menuju India ketika disita oleh kelompok Houthi. Kapal ini sebagian besar dimiliki oleh pengusaha Israel dan dioperasikan oleh perusahaan Jepang. Pihak Houthi juga mengumumkan dimulainya operasi untuk menyerang kapal-kapal berbendera Israel dan memperingatkan pelaut internasional untuk tidak bekerja dengan perusahaan semacam itu.

Juru bicara Houthi lainnya, Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam, mengungkapkan bahwa ada 22 kru kapal yang berada di dalam Galaxy Leader. Mereka menegaskan bahwa kru kapal akan diperlakukan sesuai dengan norma dan prinsip Islam. Yahya Saree juga menegaskan kelanjutan operasi militer mereka terhadap Israel sampai agresi dan kejahatan terhadap Palestina di Gaza dan Tepi Barat berhenti.

Kelompok Houthi, yang didukung oleh Iran, telah meluncurkan serangkaian serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap Israel sejak Israel menyerbu Jalur Gaza pada 7 Oktober lalu, yang telah menewaskan sekitar 13.000 warga Palestina.

Pemerintah Israel menganggap pembajakan kapal ini sebagai peristiwa yang sangat serius di tingkat global. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan tegas menyatakan bahwa Israel tidak terlibat dalam kepemilikan, pengoperasian, atau susunan awak internasional kapal tersebut. Netanyahu juga menegaskan bahwa tidak ada warga Israel di dalam kapal tersebut, dan menambahkan bahwa 25 awak kapal berasal dari Ukraina, Meksiko, Filipina, Bulgaria, dan negara-negara lain.

Sementara itu, pemerintah Iran membantah terlibat dalam pembajakan kapal kargo terkait Israel yang dilakukan oleh pemberontak Houthi di Laut Merah. Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan pada hari Senin waktu setempat mengutuk tuduhan yang dilontarkan Israel sebagai tuduhan yang tidak valid, dan menyebutnya sebagai proyeksi yang dimaksudkan untuk melarikan diri dari situasi yang sedang mereka hadapi.