Tulungagung – Paus kepala melon yang terdampar dan mati di Pantai Sidem Kabupaten Tulungagung telah melalui proses pembedahan oleh tim fakultas kedokteran hewan Unair Surabaya. Hasilnya, mamalia tersebut mengalami pendarahan rahim. Tim juga tidak menemukan adanya makanan pada bagian usus dan lambung. Meskipun begitu belum, pasti penyebab mamalia ini terdampar.
Tim fakultas kedokteran hewan Universitas Airlangga Surabaya, telah melakukan pembedahan atau nekropsi, terhadap bangkai paus kepala melon yang terdampar di pantai Sidem, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, pada awal September lalu. Pembedahan ini untuk mengetahui kondisi mamalia laut yang terlindungi ini.
Dalam nekropsi ini tim mengambil 23 sampel untul di teliti lebih lanjut di laboratorium. Sampel tersebut antaranya sensor, otak, usus, lambung dan jantung. Setelah melakukan penelitian mengetahui paus kepala melon ini berkelamin betina. Selain itu mereka menemukan adanya pendarahan rahim. Tim juga tidak menemukan adanya makanan pada bagian usus maupun lambung mamalia ini.
Tidak adanya makanan ini dugaannya karena dua hal yakni mamalia dalam kondisi sakit sehingga tidak bisa makan, atau juga sedang berburu makanan. Meskipun begitu mereka belum bisa memastikan penyebab terdamparnya mamalia ini. Tim masih membutuhkan waktu untuk melakukan sejumlah analisa, yang hasilnya akan dilaporkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Sebelumnya 3 ekor paus kepala melon terdampar di pantai sidem pada bulan September lalu. Dua ekor diantaranya berhasil dikembalikan ke tengah laut, dan satu ekor sisanya mati. (bp)







