
SURABAYA β Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur di Hotel Grand Mirama, Surabaya, Selasa, 22 April 2026.
Acara yang berlangsung selama dua hari, 21-22 April 2026, ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Pantauan di lokasi, ballroom Hotel Grand Mirama ditata dengan panggung utama berlatar layar LED bertuliskan βRapat Koordinasi Pengembangan One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur Bersama Gubernur Jawa Timurβ. Panggung diapit ornamen bernuansa islami dan tiga bendera Merah Putih di tiap sisi.
Sejumlah perwakilan pesantren, kiai, dan pengurus kopontren dari berbagai daerah di Jawa Timur tampak hadir memenuhi meja bundar yang telah disiapkan. Mereka mengenakan baju batik dan peci, mencerminkan khidmatnya acara koordinasi ini.
*OPOP Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren*
Program OPOP merupakan program unggulan Pemprov Jatim untuk mendorong setiap pesantren memiliki minimal satu produk unggulan yang berdaya saing. Produk pesantren diharapkan mampu masuk pasar regional hingga nasional, sekaligus membuka lapangan kerja bagi santri dan masyarakat sekitar.
Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pesantren punya potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi umat. βOPOP bukan sekadar program, tapi gerakan kemandirian. Santri harus bisa jadi produsen, bukan hanya konsumen,β ujarnya di hadapan peserta rakor.
*Sinergi Pemerintah dan Pesantren*
Rakor ini membahas evaluasi capaian OPOP, strategi penguatan branding produk pesantren, akses permodalan, hingga digitalisasi pemasaran. Pemprov Jatim juga menggandeng sejumlah OPD teknis dan mitra perbankan untuk mempercepat pendampingan usaha pesantren.
Program OPOP sendiri telah berjalan sejak 2019 dan menjangkau ribuan pesantren di Jawa Timur. Beberapa produk pesantren binaan OPOP yang sudah tembus pasar nasional antara lain kopi, madu, air minum kemasan, batik, hingga fashion muslim.
Rangkaian Rakor OPOP Jatim 2026 dijadwalkan berlanjut hingga Selasa, 22 April 2026 dengan sesi business matching dan pameran produk unggulan pesantren. (Haq)







