
BANYUWANGI, MADU TV – Pemimpin Pondok Pesantren Al Hanifiyyah, yang juga dikenal dengan nama Gus Fatih, tempat terjadinya insiden eksekusi terhadap empat santri senior, mendatangi kediaman salah seorang korban. Pada Rabu petang yang lalu, Gus Fatih bersama perwakilan pondok lainnya mengunjungi keluarga Bintang Balqis Maulana, korban penganiayaan di Afdeling Kampunganyar, Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Glenmore, Banyuwangi. (02/03/2034).
Dalam pertemuan tersebut, Gus Fatih meminta maaf kepada kedua orang tua korban dan menyatakan kesiapannya untuk bersedia bekerja sama dengan upaya penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Polres Kediri. Dia juga mengungkapkan penyesalannya atas kelalaiannya yang menyebabkan terjadinya tindak penganiayaan di lingkungan pesantren yang dipimpinnya.
Menurut Suyanti, ibu dari Bintang, Gus Fatih tidak datang sendiri melainkan bersama perwakilan pondok lainnya. Mereka menyampaikan permintaan maaf serta kesiapan untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam penyelidikan kasus ini. Selain itu, mereka juga membawa paket sembako dan sejumlah uang yang belum dibuka oleh keluarga korban.
Suyanto, ayah dari korban, menyatakan bahwa dia masih trauma dengan pengurus pondok dan merasa kecewa atas kelalaiannya yang menyebabkan kehilangan nyawa anaknya oleh tindakan empat santri senior.
Polres Kediri telah menetapkan empat tersangka dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian Bintang Balqis Maulana. Salah satunya merupakan sepupu korban yang juga turut mengantarkan jenazah ke rumah duka bersama pengurus pesantren. Rekonstruksi adegan telah dilakukan oleh keempat tersangka namun dilakukan secara tertutup. Belum ada penambahan tersangka dalam insiden yang menewaskan Bintang Balqis Maulana.
Wartawan : Agus Winardi | Editor : Riaza Romy







