Surabaya – Partai Gelora Jawa Timur melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Jawa timur di Surabaya. Di dasari atas tata kelola dana hibah di Pemprov Jatim yang ternilai buruk. Tak hanya itu, dalam aksi demo, tasyakuran juga tergelar dengan menyembelih kambing. Atas rasa syukur karena dana hibah tahun 2020 terselamatkan dari perampok anggaran.
Aksi demo yang Partai Gelora Jatim gelar tersebut atas dugaan Tata kelola Dana Hibah di Pemprov Jatim yang ternilai buruk. Hal itu terbukti dengan adanya realisasi Dana Hibah yang tidak jelas peruntukannya. Terutama yang tidak lengkap dengan SPJ. Seperti Pada tahun 2019 sebesar 2,9 Triliun Dana Hibah tanpa SPJ. Tahun 2020 ini sebesar 1.6 Triliun dana Hibah tanpa SPJ.
Berdasarkna pengkajian gelora jatim, ada faktor kesengajaan dan pengabaian. Bahkan menurut analisanya, Dana Hibah hanya menjadi uang balas jasa Pilgub 2018 lalu. Selain itu, Dana Hibah Jawa timur juga ternilai ada indikasi di perjual belikan oleh oknom pejabat Pemprov, baik eksekutif maupun legislatif.
Dalam aksi tersebut Gelora Jatim menuntut Gubernur Jawa Timur untuk Memperbaiki tatakelola dana hibah Jawa timur, menindaklanjuti Dana hibah tahun anggaran 2019 sebesar 2.9 Triliun yang tanpa SPJ dan 2020 1.6 Triliun, dan Meminta kepada Gubernur agar mempublikasikan data penerima hibah Jawa timur secara transparan dan akuntabel.
Dalam aksinya, gelora jatim juga menggelar tasyakuran dengan menyambelih kambing di depan kantor Gubernur Jawa timur. Penyembelihan kambing ini sebagai wujud syukurnya, karena 2020 ini banyak uang negara khususnya Dana Hibah yang terselamatkan dari perampok anggaran. Ada sebesar 40 miliar yang masuk ke daerah Lamongan Dana Hibah yang berhasil ditemukan dan harus dikembalikan ke kas daerah.
Mereka juga berdoa agar dana lainnya bisa terselamatkan juga oleh APH, baik kepolisian, kejaksaan atau bahkan KPK. harapan kita, semoga Dana Hibah dalam duatahun terakhir (2019-2020) sebesar 4,5 Triluan tanpa SPJ ini segera terselesaikan, baik secara hukum atau administrasi nya.
Dalam tuntutannta tersebut gelora jatim berharap agar pejabat Pemprov tidak main-main dengan uang negara dan tidak main-main dengan jabatannya. (red)







