Final Turnamen Bola Voli Dandim Cup 2022 di Pamekasan Berahir Ricuh, Para Suporter Terlibat Saling Dorong Dengan Petugas

PAMEKASAN – Final Turnamen Bola Voli Dandim Cup 2022 di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa timur, Kamis (24/11/2022) berahir ricuh hingga saling dorong antara seporter dengan petugas, karena memaksa masuk ke dalam lapangan untuk melalukan protes terhadap wasit.

Turnamen Bola Voli yang ricuh tersebut saat Tim Putri Bahana dari Bugih melawan Tim Putri Voltin dari Perumnas Tlanakan di partai final Dandim Cup 2022 di Lapangan Kodim 0826 Pamekasan pada Selasa (22/11) kemarin.

Sekretaris Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Pamekasan, Parafik menyayangkan kejadian tersebut, karena dari awal set pertama hingga ketiga tidak ada masalah. Namun pada set keempat saat ada pemain Bahana yang menyentuh net, pemain tersebut tidak mau mengakui malah memprotes keputusan wasit dan para pendukung dari Bahana memprovokatori, sehingga terjadi keributan.

Menurutnya, akibat insiden tersebut tim bahana tidak mau melanjutkan pertandingan, sehingga tim bola voli Bahana dinyatakan kalah WO oleh wasit pertandingan.

“Kami sebagai orang voli terutama saya sebagai sekretaris PBVSI tidak menghendaki hal seperti itu dan pihaknya akan memberikan sanksi kepada tim yang keluar menolak bertanding, dengan menolak keputusan wajib, itu sudah ada aturan sanksi maksimal 3 tahun tidak boleh mengikuti kegiatan yang pertandingan bola voli yang mendapatkan rekomendasi dari PBVSI,” ungkap Parafik, Sekretaris Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Pamekasan, Kamis (24/11/2022).

Akibat kejadian tersebut pihak PBVSI Pamekasan akan manggilan Ofisial Tim Bahana terkait insiden kericuhan yang dinilai mencoreng nama baik PBVSI dan Kodim 0826 Pamekasan.

Sementara itu, Kapten CBa Benni Purwanto pasi pers Kodim 0826 Pamekasan menyayangkan kejadian tersebut pihaknya sudah berusaha untuk memberikan himbauan kepada kedua tim untuk bersikap sportif, namun ego tim bahana berlebihan sehingga membuat kericuhan.

“Kami sudah memberi nasehat sudah memberi himbauan, mungkin emosi yang tidak bisa ditahan, seharusnya pimpinan tim bisa mengendalikan emosi para pemain, sehingga tidak harus terjadi hal seperti ini,” ucap Kapten CBa Benni Purwanto pasi pers Kodim 0826 Pamekasan.(riz)