
MADUTV, PROBOLINGGO – Dukungan dari kalangan dunia usaha mengiringi sukses penyelenggaraan Musyawarah Daerah (MUSDA) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur. Forum tersebut kembali menetapkan KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M. sebagai Ketua MUI Jawa Timur untuk masa khidmat 2026β2031.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, menyebut MUSDA XI bukan sekadar agenda rutin organisasi keulamaan. Ia menilai forum tersebut memiliki makna strategis dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan stabilitas sosial di tengah dinamika masyarakat yang kian kompleks.
MUSDA XI MUI Jawa Timur menjadi momentum penting memperkuat sinergi ulama dan umara. Dari sudut pandang dunia usaha, kepemimpinan moral berperan sentral agar pembangunan ekonomi tidak tercerabut dari nilai etika, keadilan, dan kemaslahatan umat,β ujar pria yang akrab disapa Ivan itu, Sabtu (27/12/2025).
MUSDA XI MUI Jawa Timur yang mengusung tema βMemperkuat Sinergi UlamaβUmara untuk Kemaslahatan Umatβ digelar di Surabaya pada 26β27 Desember 2025. Forum ini dihadiri pengurus MUI kabupaten dan kota se-Jawa Timur, para tokoh ulama, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat.
Kehadiran lintas unsur tersebut menegaskan posisi MUI sebagai institusi strategis dalam kehidupan keagamaan sekaligus kebangsaan. Ivan menilai terpilihnya kembali KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah mencerminkan kepercayaan besar umat di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan moral yang terus berkembang. Dalam situasi tersebut, MUI diharapkan tetap memainkan peran sebagai penjaga nilai-nilai keislaman, perekat persatuan umat, serta mitra kritis pemerintah dalam perumusan kebijakan publik.
Dukungan KADIN Kabupaten Probolinggo, menurut Ivan, juga mencerminkan harapan dunia usaha terhadap terbangunnya kolaborasi yang lebih erat antara ulama, pemerintah, dan pelaku ekonomi. Sinergi lintas sektor ini diyakini mampu mendorong pembangunan yang tidak semata mengejar pertumbuhan, tetapi juga berlandaskan nilai moral, stabilitas sosial, dan prinsip keberlanjutan.
Ia berharap MUSDA XI MUI Jawa Timur dapat menjadi titik awal penguatan peran ulama dalam mengawal arah pembangunan di tingkat daerah maupun provinsi, sekaligus memperteguh komitmen bersama untuk mewujudkan kesejahteraan umat yang adil dan berkelanjutan. (Gus)







