spot_img
Senin, Juni 24, 2024
Beranda Regional Kalimantan Utara Deteksi Varian Delta di Kaltara, Gubernur Ajak Masyarakat Taati Prokes dan Jaga...

Deteksi Varian Delta di Kaltara, Gubernur Ajak Masyarakat Taati Prokes dan Jaga Imun Tubuh

119
Tanjung Selor – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., berpesan kepada seluruh masyarakat Kaltara untuk tetap menaati protokol kesehatan (Prokes). Selain itu, ia juga berpesan agar masyarakat menjaga imunitas tubuh agar tidak mudah sakit.

“Khusus untuk penggunaan masker, dengan adanya varian Delta ini saya harap penggunaan masker berlapis 2. Di samping itu, kita juga harus menjaga imun tubuh, sehingga tidak mudah terserang virus,” pesan Gubernur Zainal, Rabu (21/7/2021) usai mengikuti Sidang Paripurna di Gedung DPRD Kaltara. Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Provinsi Kaltara, Agust Suwandy, mengumumkan masuknya virus Corona varian Delta (B.1.617.2). Khususnya di Kaltara. Virus Corona varian Delta ini merupakan mutasi dari virus Covid-19 yang telah mewabah sejak tahun lalu. Varian ini, pertama kali terlapor muncul di India, pada Desember 2020.

Selain di India, varian Delta telah tersebar di 74 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, khususnya di Kaltara, Covid-19 varian Delta ini baru terdeteksi pada 20 Juli 2021 kemarin. Berdasarkan rilis yang Agust sampaikan, terhitung 20 Juli 2021, terdapat 8 kasus Covid-19 varian Delta yang tersebar di 5 kabupaten dan kota di Kaltara.

Kasus varian Delta ini terdeteksi setelah Satgas Covid-19 Kaltara mengirimkan 32 spesimen secara acak dari 5 kabupaten kota di Kaltara. Dari 32 spesimen tersebut, 12 spesimen di antaranya telah melalui proses pemeriksaan.

Hasilnya, dari 12 spesimen yang diperiksa, terdapat 8 spesimen varian Delta dengan rincian 3 kasus di Kabupaten Tana Tidung dan 2 kasus di Kota Tarakan. Sedangkan, di Kabupaten Bulungan, Nunukan, dan Malinau masing-masing terdapat 1 kasus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga melabeli varian Delta sebagai variant of concern (VOC) atau varian yang perlu diwaspadai karena memiliki tingkat penularan sangat kuat dan cepat. Sehingga, dijelaskan oleh Agus bahwa tidak menutup kemungkinan penyebaran sudah terjadi melalui kontak erat dengan pasien Covid-19 varian Delta. (adpim/red)