
BLITAR, MADUTV – Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa hingga saat ini, angka kasus DBD telah menembus 525, dan 5 diantaranya menyebabkan meninggal dunia. Kondisi itu menyebabkan Kabupaten Blitar sedang menghadapi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Miftahul Huda mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari jentik nyamuk aedes aegypti.
“ Kalau menguras air juga harus sama-sama di satu lingkungan, ini harus diberantas. Sarang nyamuk secara bersama-sama tidak bisa sendiri-sendiri,” ungkap Miftahul Huda, Jumat (28/11/2025).
Jumlah kasus DBD pada tahun 2025 ini jauh lebih kecil jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1.359 dengan 10 penderita diantaranya meninggal dunia. Sedangkan pada tahun 2023 lalu jumlah kasus DBD hanya mencapai 238 dan tidak mengakibatkan kematian.
Atas kondisi ini, maka hampir dipastikan setiap tahun ada warga Blitar yang meninggal akibat DBD. Tentu ini menjadi alarm serius bagi semua pihak untuk berbenah, masyarakat pun diminta untuk tidak hanya mengandalkan fogging saja.
“Jadi bukan fogging saja, masyarakat harus memahami semua. Selain 3M plus, masyarakat juga diminta paham betul dengan kondisi tersebut. Saya kira trennya tak terus meningkat,” tambahnya.
Dinkes juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala parah, nyeri sendi dan otot, nyeri di belakang mata, ruam kulit, serta mimisan atau gusi berdarah, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. (Suk)







