spot_img
Minggu, April 19, 2026
Beranda Bandung Dampak Minyak Goreng Langka, Perajin Kripik Tempe Terancam Gulung Tikar

Dampak Minyak Goreng Langka, Perajin Kripik Tempe Terancam Gulung Tikar

244

Bandung – Dampak melonjaknya harga kedelai dan minyak goreng turut dirasakan para perajin oleh-oleh kripik tempe di kawasan Kosambi Kota Bandung. Para pedagang keripik tempe terpaksa menaikan harga jualnya agar usaha pembuatan kripik tempe bisa terus berjalan.

Suasana tempat produksi oleh-oleh khas Kota Bandung yakni kripik tempe di kawasan Jalan Kosambi tak seperti biasanya. Proses pembuatan kripik tempe yang biasanya sibuk kini berkurang. Hal tersebut karena dampak kelangkaan minyak goreng subsidi dan melambungnya harga kacang kedelai.

Harga tempe yang menjadi bahan utama pembuatan oleh-oleh ini melonjak naik dari 11.000 menjadi 12.500 rupiah. Tak hanya sulit dengan kondisi harga kedelai, para perajin pun dibebankan dengan kondisi sulitnya minyak goreng. Rumah produksi kripik tempe ini mengaku membeli satu jirigen minyak goreng dengan harga mencapai 355.000 rupiah.

Salah satu pedagang keripik tempe, Ahid mengatakan, ia harus menaikan harganya dari 40 atau 45 ribu menjadi 48 atau sampai 50 ribu per kilonya. Meski merasa berat, namun hal itu terpaksa ia lakukan agar usahanya tidak gulung tikar. Apalagi saat ini kondisi minyak goreng sulit didapat dan harganya mahal.

Jika kondisi ini terus berlanjut, maka banyak pedagang kecil terancam gulung tikar. Mereka berharap pemerintah dapat segera menstabilkan harga minyak goreng dan kedelai agar roda perekonomian kembali normal. (red)