spot_img
Rabu, Mei 6, 2026
Beranda BERITA VIDEO Dampak Kenaikan Harga LPG, Permintaan Gas Elpiji Non Subsidi di Blitar...

Dampak Kenaikan Harga LPG, Permintaan Gas Elpiji Non Subsidi di Blitar Turun Hingga 10 Persen

191

Blitar – Permintaan gas elpiji non subsidi di Blitar turun hingga 10 persen. Hal itu disebabkan karena harga gas non subsidi naik sejak 10 Juli 2022 lalu.
Kenaikan ini mengakibatkan penurunan permintaan di pasaran, termasuk di Blitar.

Manager Area PT Gas Elpindo Jaya, Rahadian Eka Priyanto mengaku sejak diberlakukan kenaikan harga, terjadi penurunan permintaan di pasaran hingga 10 persen.

“Kita memasok sekitar 500 agen se-Blitar Raya. Memang sejak ada kenaikan gas non subsidi, permintaan menurun antara 5-10 persen,” ujar Rahadian, Selasa (19/07/2022).

Dia mengungkapkan, kenaikan harga gas non subsidi sekitar Rp 2 ribu per kilogram. Ia mencontohkan, untuk gas 12 kg yang sebelumnya Rp 188.700, kini menjadi Rp 213 ribu. Kemudian untuk gas 5,5 kg sekarang menjadi Rp 100 ribu, kalau sebelumnya Rp 88.800.

“Kalau pasokan perhari dari Pertamina tetap mas. Yang turun itu permintaan pasar. Ini saja masih ada sebagian pasokan yang kemarin belum terdistribusi ke agen. Karena memang tidak ada permintaan,” ujarnya.

Rahadian menambahkan, sejak Desember 2021 kenaikan gas non subsidi sudah empat kali. Dimana awalnya harga gas non subsidi untuk 5,5 kg senilai Rp 65 ribu, sedangkan 12 kg senilai Rp 139 ribu.

“Sejak akhir tahun 2021 sampai sekarang, kenaikan gas non subsidi sudah 4 kali,” imbuhnya.

Untuk diketahui, kenaikan LPG 5,5 kg dan 12 kg yang mulai berlaku 10 Juli 2022 dikarenakan mengikuti perkembangan minyak dan gas dunia. Kenaikan itu dinilai bisa berkontribusi terhadap inflasi di Indonesia.(sk)