spot_img
Rabu, Mei 6, 2026
Beranda Pamekasan Daerah Kekeringan di Pamekasan 2023 Bertambah, Program Sumur Bor Telan Anggaran 20...

Daerah Kekeringan di Pamekasan 2023 Bertambah, Program Sumur Bor Telan Anggaran 20 Milliar Kemana?

469

Pamekasan – Tahun 2023 wilayah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa timur, Sabtu (26/08/2023) bertambah dibandingkan tahun 2022 lalu.

Bertambahnya jumlah wilayah atau Desa yang terdampak kekeringan tersebut lantaran musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih panjang dari tahun sebelumnya. Sehingga pasokan air bersih di beberapa desa mengalami kekeringan, lantaran sumber mata air di sekitar mulai kering.

“Pada tahun 2022 dampak kekeringan tersebar di 72 Desa di 9 kecamatan berbeda. Sementara di tahun 2023 bertambah menjadi 77 Desa di 11 Kecamatan berbeda,” kata Achmad Dhofir Risid, Sekertaris BPBD Pamekasan.

Menurutnya, rinciannya sebanyak 49 Desa berstatus kering langka dan 28 Desa lainnya kategori kering kritis. Hal itu dampak dati Fenomena El Nino.

“Dari 77 desa tersebut, terdapat 321 dusun yang terdampak kekeringan tahun ini,” tambahnya.

Mengantisipasi meluasnya daerah terdampak kekeringan serta untuk memenuhi air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pamekasan menerjunkan delapan armada tanki untuk menyuplay air bersih.

“BPBD tahun ini menerjunkan 8 armada tangki air bersih ke wilayah atau desa yang terdampak kekeringan. Hal itu dilakukan untuk mencukupi kekerungan air pada warga yang terdampak,” pungkasnya.

Meski beberapa pihak melakukan langkah dengan program pengeboran air di beberapa titik, namun hal itu dinilai tidak bisa menimalisir atau menekan dampak kekeringan yang meluas tahun ini.

Sementara Kepala DPRKP Pamekasan saat dikonfirmasi melaui via pesan WhatsApp terkait realisasinya sumur bor yang menelan anggaran kurang lebih 20 Milliar tidak ada tanggapan.

Kita ketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mengalokasikan dana Rp 20 miliar untuk membangun sumur bor di beberapa titik pada tahun 2022.(riz)