spot_img
Kamis, April 30, 2026
Beranda Jawa Timur Covid Meningkat, Mas Dhito Hidupkan Kembali Kampung Tangguh

Covid Meningkat, Mas Dhito Hidupkan Kembali Kampung Tangguh

195
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat Rakor bersama (Foto: Ist)

Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menghidupkan kembali kampung tangguh untuk melawan penyebaran kasus Covid-19. Pasalnya, data harian kasus aktif di Kabupaten Kediri menunjukkan lonjakan signifikan.

“Melihat kasus release harian kita, dalam tiga hari terakhir rata-rata di 30 kasus. Kemarin kita sempat release 53 kasus, artinya kita bersiap dengan gelombang tiga,” kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito, senin, (7/2/2022).

Dengan penyebaran itu, mas dhito menyatakan kampung tangguh yang ada saat awal kasus covid bakal dihidupkan kembali untuk mengawal pelaksanaan prokes. Monitoring akan dilakukan dan nantinya bagi 15 desa yang benar-benar bisa mematuhi prokes bakal diberikan reward.

“Sebaliknya akan ada 15 desa yang akan diberi surat peringatan kalau tidak mematuhi prokes,” ungkapnya.

Selain pelaksanaan prokes, vaksinasi sejauh ini berjalan akan digenjot. Adapun kegiatan vaksinasi untuk dosis pertama umum mencapai 85,35 persen, lansia, 68,78 persen dan anak 85,35 persen.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib menambahkan, menghadapi kasus covid, untuk rumah sakit ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (bor), obat-obatan dan oksigen sudah siap.

Adapun tempat tidur yang tersedia sebanyak 302 di 7 rumah sakit. Bila terjadi peningkatan kasus bisa dinaikkan menjadi 425 tempat tidur. Bilamana ditambah dengan rumah sakit darurat bisa menjadi 625 tempat tidur. Pun demikian, tidak semua yang gejala covid dirawat di RS.

“Rumah sakit digunakan untuk merawat yang gejala sedang atau berat untuk yang gejala ringan atau tanpa gejala kita siapkan isolasi mandiri di rumah atau isolasi terpadu” tambahnya.

Adapun lokasi tempat isolasi terpadu berada di gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Grogol. Bilamana masih kurang pihaknya akan meminta digunakan kembali wisma Atlet di Pare dan bekas gedung SD di Pelem. (me)