Kediri – Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pemeriksaan urine kepada Kepala Desa dan Aparatur Sipil Negara. Hal tersebut guna mendeteksi penyalahgunaan narkoba di wilayah Kecamatan Kras. BNN bekerjasama dengan pemerintah daerah berkomitmen memberantas penyalahgunaan narkoba. Melalui sosialisasi dan tes urine kepada Kepala Desa dan ASN. Guna memberikan jaminan pelayanan maksimal kepada masyarakat bersih dari narkoba.
Kegiatan sosialisasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, di Kantor Kecamatan Kras.
Sebanyak total 46 sampel yang terdiri dari seluruh pegawai yang mengabdi di kantor kecamatan. Sebanyak 30 orang dan juga seluruh Kepala Desa di wilayah Kecamatan Kras sejumlah 16 orang melakukan tes urine.
Test kit yang di gunakan dalam test urin ini terdiri dari 7 macam indikator. Antara lain indikator pemakaian narkoba shabu-shabu, ganja, morfin, putaw atau ekstasi. Obat keras dan juga indikator pemakaian obat-obat berdosis tinggi.
Menurut Camat Kras, kegiatan seperti ini sangatlah penting. Mengingat ASN harus bekerja secara prima sebagai pelayan masyarakat. Jika nantinya ada pekerja yang indikator sampelnya menunjukkan positif maka akan di tindak lanjut lebih jauh.
Sementara, menurut pihak BNN, kegiatan seperti ini telah terlaksana secara berkelanjutan sejak bulan september kemarin. Dengan menyasar kantor kecamatan dan juga kepala desa. Targetnya pada tahun ini seluruh pegawai kecamatan di 26 kecamatan dan 256 kepala desa di Kabupaten Kediri. Seluruhnya dapat melakukan test urin narkoba.
Tambahannya dari hasil test yang terlaksana sebelumnya banyak ASN yang di jumpai alat testnya menunjukkan garis positif. Namun setelah di telusuri dan di mintai keterangan. ASN tersebut dalam masa pengobatan yang menggunakan obat dosis tinggi. Sesuai dengan arahan dan resep dari dokter. (me)







