Blusukan Pemerhati Sejarah Nganjuk, Kunjungi Tiga Lokasi Bersejarah di Kabupaten Nganjuk

79

Nganjuk – Komunitas pemerhati sejarah Nganjuk kembali melakukan blusukan untuk mengetahui benda-benda bersejarah di Kabupaten Nganjuk.

Blusukan kali ini dilakukan di Kecamatan Tanjung Anom. Lokasi pertama yang dituju yakni Prasasti Demangan yang berada di tengah makam. Lokasi ini tidak jauh dari Prasasti Bandar Alim yakni hanya berjarak 200 m.

Namun, yang disesalkan para pemerhati sejarah dalam blusukan ini, bahwa prasasti batu keramik tersebut dijadikan satu dengan makam. Kejadian ini sudah dilaporkan ke Kasi Purbakala Kabupaten dan Pamong Budaya Balai Pelestari cagar Budaya (BPCB).

Beralih ke lokasi kedua yakni Punden Jogomerto, dan lokasi ketiga Makam Nisan Berlogo Surya Majapahit (Ki Kerto) dan Punden Sonobekel yang terdapat patung ganesha. Di area Punden Desa Jogomerto ini, terdapat lima buah makam. Dua di antaranya makam Mbah Noyokusumo dan Nyai Wulandari yang diyakini masyarakat setempat sebagai sosok Sang Dahyang Desa.

Juru Kunci Makam Mbah Noyokusumo, yang akrab disapa Mbah Karjo (89) menyebut,  area makam ini beberapa waktu lalu sudah dipugar dan diperbaiki oleh Pemerintah Desa Jogomerto. Dikatakannya makam ini masih sering dikunjungi dengan pengunjung paling ramai pada Kamis Legi dan Jumat Pahing.

Dari blusukan ini diharapkan komunitas pemerhati sejarah Nganjuk dapat mengajak semua lini masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan sejarah leluhur daerah sendiri. (red)