Connect with us

Blitar

Blitar – Demi Memudahkan Pengawasan, Polisi Pindahkan Seluruh Warga Isoman

Diterbitkan

pada

Blitar – Polres Blitar Kota bersama tim satgas penanganan Covid-19  memindahkan warga isoman ke rumah isolasi dan rumah sakit rujukan. Pemindahan warga isoman itu untuk memudahkan assessment atau pengawasan. Dengan demikian, dapat meminimalisir jumlah kasus kematian warga isoman.

Polisi beserta tim gugus tugas percepatan Covid-19 Kota Blitar, Jumat pagi memindahkan sebayak 11 orang warga Kota Blitar yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah. Hal ini karena mereka terpapar Covid-19, sehingga petugas membawanya ke rumah isolasi terpusat (isoter) di asrama PGSD dan juga rumah isolasi (rumis) di Gor Soekarno- Hatta Kota Blitar.

Dalam pemindahan itu, petugas menjemput langsung warga yang menjalani isolasi di rumahnya.

Bagi warga yang terpapar Covid-19 tanpa gejala, nantinya petugas memindahkannya ke rumah isolasi terpusat (isoter). Sedangkan bagi warga dengan gejala ringan atau sedang bakal petugas pindah ke rumah isolasi (rumis). Selanjutnya, bagi warga dengan gejala berat, petugas akan langsung merujuknya ke rumah sakit.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setiawan, mengatakan, pemindahan warga isoman ini untuk memudahkan pengawasan atau assessment terhadap warga isoman. Mengingat, selama proses pelaksanaan isolasi mandiri sebelumnya, petugas banyak menemukan warga isoman yang lalai  menerapkan prokes Covid-19. Hal tersebur menjadi faktor meningkatnya jumlah kasus kematian warga isoman.

Pemindahan masyarakat isoman ini menjadi kunci agar kasus kematian terhadap warga isoman tidak kembali terulang. Yudhi juga berharap, dengan pemindahan seluruh warga isoman ke rumah isoter, rumis, dan rumah sakit rujukan ini dapat menekan laju penyebaran Covid-19. Khususnya di Kota Blitar. (sr)

Continue Reading
Advertisement

Blitar

Seorang Pencari Ikan di Blitar Tewas Tersengat Alat Strum Ikan

Diterbitkan

pada

Blitar – Mencari ikan di sungai wajarnya orang lakukan degan menggunakan jaring atau pancing. Namun demikian, banyak yang menggunakan cara-cara berbahaya demi hasil melimpah. Seperti dengan cara setrum.

Andri Siswanto (33) Warga Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, tertemukan meningal dunia di sungai Mandesan saat mencari ikan. Ia terduga tersengat alat setrum ikannya sendiri.

Kasi Humas Polres Blitar Udhiyono mengatakan, pada hari minggu (24/10/2021) korban dan saksi sedang mencari ikan mengunakan setrum lalu saksi pulang duluan. Namun sejak minggu korban tidak pulang,setelah di cari korban ternyata sudah dalam kondisi meningal dunia di sungai.

“Jadi korban sejak minggu tidak pulang lalu pada Selasa sekiranya pukul 10. 00 Wib saksi mencari ternyata korban sudah meningal,” kata Kasi Humas Polres Blitar Udhiyono Rabu (27/10/2021).

Udhiyono menambahkan,mengetahui kejadian tersebut,lalu saksi melaporkan kejadian tersebut,ke Polsek Selopuro. Petugas yang mendapatkan laporan lalu mendatangi lokasi bersama tim identifikasi Polres Blitar.

“Dari hasil pemeriksaan petugas dari tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan dugaan sementara meningalnya korban akibat tersengat setrum yang digunakan mencari ikan,” ujarnya

Sementara,pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi,pihak keluarga menerima sebagai musibah dan membawa korban ke rumah duka,” pungkasnya. (sk)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: