Bertambah, Kasus kontaminasi Vaksin Moderna di Jepang

119

Tokyo, Jepang – Jumlah vaksin Covid-19 Moderna di Jepang yang terkontaminasi partikel bertambah satu juta dosis dan telah ditangguhkan penggunaannya. Sebelumnya, telah tertemukan zat asing pada botol-botol vaksin Moderna dan dua orang meninggal setelah menerima dosis vaksin dari kelompok botol yang tercemar.

Upaya penangguhan yang berdampak pada lebih dari 2,6 juta dosis vaksin tersebut akhirnya harus terlaksana di tengah upaya Jepang melawan gelombang Covid-19 terburuk. Apalagi akibat varian Delta. Kasus infeksi harian di Jepang untuk kali pertama telah melewati angka 25.000 pada bulan ini serta lambatnya pemberian vaksin.

Sebuah zat hitam kecil berada dalam botol vaksin Moderna di Gunma, kata seorang pejabat prefektur setempat. Di Okinawa, zat hitam terlihat di sejumlah jarum suntik dan sebuah botol, dan materi berwarna merah muda ada pada sebuah jarum suntik yang lain.

Kementerian kesehatan Jepang mengatakan beberapa insiden akibat jarum suntik tidak benar. Sehingga, mematahkan sebagian sumbat karetnya dan botol-botol vaksin lain dari lot yang sama tetap dapat terpakai.

Kasus kontaminasi tersebut terungkap menyusul laporan pemerintah pada Sabtu (28/8) bahwa dua orang meninggal setelah menerima suntikan vaksin Moderna. Mendengar kejadian tersebut akhirnya dari lot-lot mengalami penangguhan.

Pemerintah sebelumnya mengatakan tak ada isu keamanan dan kemanjuran yang teridentifikasi. Selain itu, upaya penangguhan merupakan tindakan pencegahan. Untuk penyebab kematian dua orang tersebut masih terus melakukan penyelidikan.

“Menurut saya, kontaminasi zat asing tidak mungkin jadi penyebab langsung kematian mendadak,” kata Takahiro Kinoshita, seorang dokter dan wakil ketua Cov-Navi, kelompok informasi vaksin. Jika zat pencemar itu cukup berbahaya untuk menyebabkan kematian. Kemungkinan lebih banyak orang akan mengalami beberapa gejala setelah vaksinasi. Akan tetapi, sangat memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengevaluasi bahaya dari dosis tertentu. Jepang sebelumnya menunda penggunaan 1,63 juta dosis Moderna.  Yang mana sudah terkirim ke 863 pusat vaksinasi di seluruh negara.

Sekitar 500.000 orang menerima suntikan vaksin dari pasokan tersebut, kata Taro Kono, menteri yang menangani percepatan vaksinasi. Moderna dan perusahaan farmasi Spanyol Rovi, yang mengemas vaksin Moderna di negara-negara selain Amerika Serikat, mengatakan bahwa kontaminasi bisa akibat dari masalah produksi di salah satu pabrik Rovi.

Takeda mengatakan pada Senin investigasi masih berlangsung. Saham Rovi anjlok lebih dari 20 persen pada perdagangan sesi pagi. Vaksin yang terdampak di Gunma berasal dari lot Moderna yang berbeda dari yang telah mengalami penangguhan sebelumnya, kata pejabat Gunma.

Kontaminasi vaksin “merupakan masalah serius” dan perlu diselidiki, namun mengingat kasus Covid-19 yang sedang meningkat, pemberian vaksin Moderna harus “berlanjut dengan tindakan pencegahan yang tepat”, kata Nicholas Rennick, seorang dokter Australia yang berpraktik di Pusat Kesehatan NTT di Tokyo.

Jumlah orang yang telah tervaksin penuh baru mencapai 44 persen dari populasi. Tertinggal dari sejumlah negara maju lainnya. Jepang tengah menjajaki kemungkinan mencampur suntikan vaksin AstraZeneca dengan vaksin dari produsen lain untuk mempercepat vaksinasi.

“Kami punya ribuan pasien varian Delta di seluruh Jepang saat ini. Masih banyak penduduk yang belum terlindungi sebab belum melakukan vaksinasi,” kata Rennick. (antara/as/ed:zl)