
Bekasi – Tiga pekan pembelajaran tatap muka di kota Bekasi, Jawa Barat, telah dilaksanakan. Sebanyak 611 sekolah tingkat SD dan 139 tingkat SMP melaksanakan pembelajaran tatap muka tanpa kendala dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Dari hasil evaluasi dinas pendidikan Kota Bekasi,tidak ada satu pun cluster sekolah dalam penyebaran Covid 19. Dinas pendidikan Kota Bekasi akan tetap melanjukan kegiatan pembelajaran secara tatap muka dan menambah jumlah siswa hingga jam pelajaran tatap muka.
Usai dinas pendidikan kota Bekasi, Jawa Barat, menerapan sitem pembelajaran tatap muka secara bertahap. Tepatnya sejak 1 September lalu. Pada Selasa pagi ini, kegiatan pembelajaran secara tatap muka berjalan dengan lancar. Kegiatan pembelajaran secara tatap muka ini tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat. Di antaranya wajib masker, pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, dan menjaga jarak di dalam kelas.
Sementara dari evaluasi selama tiga pekan ini, pihak dinas pendidikan kota Bekasi, akan menambah jumlah siswa yang awalnya 50 persen menjadi 65 persen dalam setiap kelasnya serta menambah jam pelajaran.
Dinas pendidikan memastikan sekolah tatap muka akan tetap dilanjutkan, sejauh ini belum ditemukan adanya klaster penyebaran Covid 19 dan siswa serta guru yang terpapar Covid 19.
Dengan pelaksanan pembelajaran tatap muka selama tiga pekan yang sudah berjalan lancar ini, agar tidak terjadi kerumunan siswa saat beristirahat, pihak dinas pendidikan Kota Bekasi, belum membolehkan kantin-kantin di sekolah untuk membuka. Dan siswa pun di himbau untuk membawa makanan masing-masing dari rumah.
Selain jam pelajaran, dinas pendikan Kota Bekasi juga akan berencana menambah jumlah siswa di masing masing kelasnya. Meski demikian pemerintah daerah menghimbau agar para siswa dan pihak sekolah agar tetap selalu menjaga protokol kesehatan. (am)







