
Banyuwangi – Rencana pendirian SMK negeri di Desa Sumbergondo Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, sepertinya tidak akan berjalan mulus.
Pasalnya, rencana pendirian SMK negeri tersebut mendapat penolakan dari sejumlah sekolah dan pengasuh pondok sekitar.
Mereka yang menolak adalah sekolah yang bergabung dalam forum komunikasi sekolah pesantren dan swasta atau FKSPS Glenmore dan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama atau LP ma’arif NU Banyuwangi.
Lembaga pendidikan ma’arif Banyuwangi dengan tegas menolak pendirian sekolah kejuruan negeri. Karena di wilayah itu sudah banyak sekolah swasta.
Ketua LP NU ma’arif Banyuwangi, Gus Zaki Mubarok menilai rencana pendirian SMKN di glenmore kurang tepat.
Sebab, di sekitar wilayah itu sudah banyak SMK swasta dan jaraknya juga berdekatan yang sudah ada terlebih dahulu.
Menurut gus zaki ada lima SMK swasta yang ada di sekitar Kecamatan Glenmore. Kelima SMK itu, SMK raudlatussalam berjarak 500 meter, SMK NU miftahul falah dengan jarak 1,5 kilo meter. Ada juga SMK Al Azhar tiga kilo meter, SMK Muhammadiyah 4 dengan jarak tiga kilo meter dan SMK PGRI Sempu berjarak 3,5 kilometer,” jaraknya berdekatan dengan lokasi SMKN yang akan didirikan.
Sementara rencana pendirian SMK negeri itu, merupakan tanah produktif pertanian.
Rencana pendirian SMK negeri itu, terjadi penolakan yang masif dari kalangan sekolah sekolah sederajat dan pengasuh pengasuk pondok di Kecamatan Glenmore.
Gus Zaki berharap semoga ini menjadi evaluasi dinas pendidikan Jawa Timur dan Gubernur Jawa Timur. Agar tidak meloloskan usulan rencana pendirian SMK negeri di Kecamatan Glenmore.
Gus zaki mengusulkan, dari pada APBD provinsi Jatim dan APBN dibelanjakan untuk mendirikan sekolah baru, lebih baik menguatkan SMA – SMK swasta yang ada di Kecamatan Glenmore. Di samping itu juga, sudah ada program SMA dobel trek yang bisa terakselerasi di Kecamatan Glenmore dan sekitarnya. (aw)







