spot_img
Rabu, Mei 6, 2026
Beranda Internasional AS Siap Hadapi ISIS Setelah Tentara Tewas di Bandara Kabul

AS Siap Hadapi ISIS Setelah Tentara Tewas di Bandara Kabul

359

Washington – Pasukan Amerika Serikat di Kabul bersiap menghadapi lebih banyak serangan ISIS sambil menyelesaikan misi evakuasi, kata para pejabat AS. Seorang pejabat AS mengatakan bahwa jumlah personel AS yang tewas kemungkinan akan bertambah lagi. Sampai sekarang, belasan orang terluka dalam serangan itu.

Sementara itu, militer AS mengatakan bahwa selain 13 tentara tewas, ada 18 orang yang terluka. Mereka akan mendapatkan upaya evakuasi dengan pesawat angkut militer C-17  yang memiliki fasilitas bedah, kata militer. Serangan pada Kamis menandai pertama kalinya korban berjatuhan di pihak militer AS di Afghanistan sejak Februari 2020. Kejadian itu sekaligus merupakan insiden paling mematikan bagi pasukan Amerika di negara tersebut dalam satu dekade.

Setidaknya, dua ledakan menghantam kerumunan orang yang memadati gerbang Bandara Internasional Hamid Karzai. Oleh karenanya, banyak orang panik berusaha meninggalkan Afghanistan sejak Taliban merebut kekuasaan.  Kepadatan di bandara Kabul masih berlangsung menjelang tenggat 31 Agustus. Presiden AS Joe Biden menarik pasukan Amerika setelah berada di negara itu selama dua dekade.

Jenderal Korps Marinir Frank McKenzie, kepala Komando Pusat militer AS, mengatakan, ledakan bersamaan dengan baku tembak. McKenzie mengatakan ancaman dari ISIS tetap ada di samping “aliran ancaman aktif lainnya.” “Kami yakin keinginan mereka adalah terus melakukan serangan. Kami perkirakan serangan itu akan terus berlangsung. Sampai saat ini kami sedang melakukan segala upaya untuk bersiap-siap,” kata McKenzi.

McKenzie menambahkan bahwa potensi serangan di masa depan dapat mencakup tembakan roket ke bandara atau bom mobil yang mencoba masuk. McKenzie mengatakan bahwa ia tidak melihat apa pun yang akan meyakinkannya bahwa pasukan Taliban telah membiarkan serangan itu terjadi. Para pejabat AS mengatakan satu bom meledak di dekat Gerbang Biara bandara dan yang lainnya dekat dengan Hotel Baron.

Upaya besar-besaran untuk mengevakuasi para warga negara AS, negara lainnya, dan juga sejumlah besar warga Afghanistan, telah berlangsung sejak satu hari sebelum pasukan Taliban merebut Kabul pada 15 Agustus.

Penguasaan kendali atas Kabul merupakan puncak kemenangan kilat yang tercapai kelompok itu di seluruh negeri. Ketika AS dan negara-negara sekutunya sedang menarik pasukan dari Afghanistan.

Amerika Serikat telah berpacu melakukan pengangkutan udara sebelum militernya akan kembali sepenuhnya dari negara itu pada 31 Agustus. McKenzie mengatakan misi evakuasi tidak akan berhenti. “Saya pikir kami dapat melanjutkan misi kami, bahkan ketika kami menerima serangan seperti ini,” kata McKenzie. Ia menambahkan bahwa pasukan AS akan “mengejar” para pelaku serangan Kamis. McKenzie mengatakan ada sekitar 1.000 warga AS yang masih berada di Afghanistan.

Para pejabat AS mengatakan ada sekitar 5.200 tentara Amerika yang menjaga keamanan bandara. Serangan pada Kamis (26/8) itu terjadi setelah Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya mendesak warga Afghanistan untuk meninggalkan daerah sekitar bandara karena ancaman ISIS.

Kedutaan Besar AS di Kabul sehari sebelumnya telah menyarankan warga Amerika agar jangan pergi ke bandara. Kedubes AS juga mengatakan mereka yang sudah berada di gerbang bandara harus segera menjauh dari daerah itu, dengan alasan ada “ancaman keamanan” yang tidak teridentifikasi.

ISIS muncul di Afghanistan sebagai musuh Barat dan Taliban.

Invasi yang dipimpin AS pada 2001 menggulingkan Taliban dari kekuasaan setelah kelompok itu menyembunyikan para milisi Al Qaida yang bertanggung jawab atas serangan 11 September di Amerika Serikat. Korban tewas di pihak militer AS dalam perang Afghanistan sejak 2001 mencapai sekitar 2.500 orang. (antara/ms/ed:zl)