
Blitar – Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat pembelajaran tatap muka terlaksana, Dinas Pendidikan Kota Blitar mulai menerapkan aplikasi Peduli Lindungi di sejumlah SMP Neger di Kota Patria. Saat ini total ada sembilan sekolah tingkat SMP yang sudah lengkap dengan aplikasi Peduli Lindungi. Siswa siswi, guru, pegawai, dan tamu yang masuk area sekolah wajib untuk melakukan scan barcode Peduli Lindungi. Scan tersebut sebagai bukti bahwa mereka susah vaksin.
Kabid Pendidikan Dasar Dindik Kota Blitar, Didit Rahman Hidayat, mengatakan bahwa pemasangan barcode Peduli Lindungi terlaksana secara bertahap. Untuk tahap awal, berlaku di lingkungan SMP.
“Pemasangan barcode aplikasi Peduli Lindungi terlaksana secara bertahap. Sekarang sembilan SMP Negeri sudah menerapkan aplikasi Peduli Lindungi,” ujar, Didit, Sabtu (23/10/2021).
Pihaknya menjelaskan, saat ini sebagian besar siswa SMP, guru dan pegawai sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Untuk itu, uji coba penerapan aplikasi Peduli Lindungi sudah bisa terlaksana di tingkat SMP.
“Selain guru dan siswa, para tamu yang datang ke sekolah wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Kami ingin membiasakan para guru dan siswa menggunakan aplikasi Peduli Lindungi di sekolah,” jelasnya.
Barcode aplikasi Peduli Lindungi terpasang di tiap pintu gerbang sekolah dan di pintu masuk kelas siswa. Hal ini seperti terlihat di SMP Negeri 1 Kota Blitar. Kepala SMP Negeri 1 Kota Blitar, Kateman mengatakan sudah memasang barcode aplikasi Peduli Lindungi di sekolahnya.
Sebelum masuk kelas, para guru dan siswa kami minta melakukan scan barcode aplikasi Peduli Lindungi. “Bagi siswa yang tidak membawa HP tetap terlaksana skrining manual,” ujarnya. (sk)







