
BANYUWANGI, JAWA TIMUR – Calon Presiden nomor urut satu, Anies Baswedan, kembali melakukan kampanye di Banyuwangi dengan menyasar masyarakat kampung nelayan di Pantai Blimbingsari. Dalam dialog terbuka yang bertajuk “Desak Anies,” Anies menghadapi rentetan pertanyaan dari para nelayan yang memberikan warna berbeda pada jalannya kampanye.
Sejak menginjakkan kaki di Pesisir Selatan Kecamatan Blimbingsari, Anies langsung disambut oleh simpatisan partai pendukung koalisi perubahan. Para nelayan pun tak ingin melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Pada sesi dialog bersama, Anies dihadapkan pada rentetan pertanyaan dari para nelayan yang menuangkan keluh kesah mereka. Mulai dari kesulitan mengurus perijinan, keterbatasan pasokan bahan bakar solar, hingga penurunan harga ikan, semuanya disampaikan dengan jelas.
Tak ketinggalan, istri nelayan juga menyampaikan keluhannya kepada Anies, termasuk minimnya perhatian terhadap kaum nelayan di tempatnya. Anies, dengan lugas, menjawab pertanyaan dari para nelayan tersebut. Salah satu poin yang diangkat adalah tentang kemudahan perijinan yang dijanjikan akan diperbaiki jika dirinya terpilih nanti.
“Saat ini, nelayan dan masyarakat dapat memperoleh perijinan dengan lebih mudah,” ujar Anies dalam tanggapannya.
Anies juga memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang dikirimkan oleh netizen, yang sebagian besar masih menyoal permasalahan nelayan dan kelautan di Indonesia.
Cawapres Anies, Muhaimin Iskandar, juga turut melakukan kampanye politik di Bumi Blambangan. Meskipun keduanya tidak berbarengan seperti sebelumnya saat berkunjung ke Pondok Pesantren Darussalam Blokagung pada bulan September lalu.







