Connect with us

Aceh

Akademisi USK Saiful Mahdi Resmi Dibebaskan berkat Amnesti Presiden

Diterbitkan

pada

Akademisi USK Aceh Dr Saiful Mahdi didampingi istrinya meluapkan ekspresinya saat dibebaskan dari hukuman penjara di Lapas Kelas II A Banda Aceh, di Lambaro Aceh Besar, Rabu (13/10/2021). ANTARA/Rahmat Fajri.

Banda Aceh – Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Dr Saiful Mahdi akhirnya dibebaskan dari hukuman penjara di Lapas Kelas II A Banda Aceh setelah turunnya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17 Tahun 2021 tentang pemberian amnesti.

“Alhamdulillah hari ini kita saksikan pelepasan, dan kita telah serahkan surat bebas kepada Saiful Mahdi yang selesai menjalani pidana berkat amnesti dari bapak Presiden,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh Meurah Budiman, di Banda Aceh, Rabu.

Penyerahan surat bebas Saiful Mahdi dari Lapas Banda Aceh itu diserahkan langsung Meurah Budiman, dan turut disaksikan Wakil Kepala Kejati Aceh dan Kejari Banda Aceh.

Seperti diketahui, sebelumnya Saiful Mahdi divonis bersalah berdasarkan hasil Kasasi Mahkamah (MA) yang menguatkan putusan PN Banda Aceh, ia harus menjalani hukuman penjara selama tiga bulan dan denda Rp10 juta.

Saiful Mahdi dihukum atas kritikannya di grup whatsapp internal USK Banda Aceh terkait hasil seleksi atau tes CPNS dosen Fakultas Teknik kampus tersebut, ia dituntut dengan UU ITE.

Lalu, Presiden Joko Widodo memberikan amnesti kepada Saiful Mahdi dengan memberikan surat ke DPR RI tertanggal 29 September 2021. Melalui rapat paripurna, DPR RI akhirnya mengetuk palu menyetujui pemberian amnesti tersebut.

Meurah menyampaikan, dengan adanya amnesti tersebut maka semua hal yang berkaitan dengan Saiful Mahdi selama proses hukum ini akan dihapus, bahkan uang denda Rp10 juga kepada negara juga segera dikembalikan.

“Karena pemberian amnesti ini menghapuskan segala hukuman yang didapatkan dia sebelumnya,” ujarnya.

Kemudian, kata Meurah, mengenai hak Saiful Mahdi di perguruan tinggi sebagai dosen nantinya akan diselesaikan secara internal dengan kampus USK Banda Aceh.

“Kalau hak di kampus itu diselesaikan secara internal, dan yang jelas beliau sudah dihapuskan segala hukuman terhadapnya, sebagai warga negara dia (Saiful Mahdi) sudah bersih,” kata Meurah Budiman.

Dalam kesempatan ini, Saiful Mahdi mengucapkan terima kasih kepada Presiden, DPR, Kemenkopolhukam serta semua pihak yang telah membantu melakukan advokasi terhadap kasus yang dihadapi hingga dikeluarkan amnesti dan ia dibebaskan dari hukuman.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya, juga termasuk teman-teman media,” kata Saiful Mahdi.

Selain itu, Saiful juga berharap kepada Presiden dan DPR untuk dapat merevisi UU ITE, karena selain dirinya masih banyak orang yang terancam dihukum akibat dari peraturan tersebut.

“Kita minta Presiden dan DPR segera merevisi UU ITE, masih banyak saudara kita, ratusan orang yang masih diperiksa dengan peraturan ini,” ujarnya.

Saiful menegaskan, setelah dirinya kembali ke kampus untuk mengajar nantinya tidak akan ada perubahan nilai kritisnya, terus berada pada kebenaran dan menebar kebaikan.

“Sebagai Muslim, sebagai manusia Pancasila kita semua tahu tugas kita, bahwa kita menganjurkan amar ma’ruf dan mencegah kemungkaran,” demikian Saiful Mahdi.(ff/antara/*)

Continue Reading
Advertisement

Aceh

BPBD Sulit Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Barat

“karena dipengaruhi faktor angin kencang dan teriknya panas matahari”

Diterbitkan

pada

Petugas BPBD berupaya memadamkan api di lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Peunaga Cut, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Jumat (15/10/2021) sore jelang petang. ANTARA/HO-Dok. BPBD Aceh Barat

Meulaboh – Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat hingga Jumat malam masih kesulitan melakukan upaya pemadaman api, di dua lokasi kebakaran lahan gambut di daerah ini.

“Sulitnya dilakukan pemadaman api karena dipengaruhi faktor angin kencang dan teriknya panas matahari,” kata petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Aceh Barat Asrajuddin, Jumat jelang tengah malam di Meulaboh.

Ada pun lokasi lahan yang masih terbakar di Aceh Barat, kata dia, yakni di Desa Peunaga Cut, Kecamatan Meureubo dan Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan.

Sedangkan total luas lahan yang terbakar hingga Jumat malam, kata Asrajuddin saat ini mencapai 2,2 hektare.

Ia juga menjelaskan, faktor lain yang menyebabkan terhambatnya upaya pemadaman api di lokasi kebakaran karena sumber air yang terbatas dan akses ke lokasi yang sulit didatangkan armada pemadam kebakaran.

Sebagai solusi, kata dia, petugas mengerahkan mesin air dan pipa yang panjang ke lokasi kebakaran lahan dengan harapan agar dapat memadamkan kobaran api, agar tidak semakin meluas.

“Hingga Jumat, masih terlihat beberapa titik api kecil di lokasi kebakaran lahan gambut. Apabila terjadi angin kencang pada malam hari, tidak menutup kemungkinan api akan kembali membesar,” kata Asrajuddin.(antara/*)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: