Kediri – Warga di pemukiman RW 06 Kelurahan Bujel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri resah. Pasalnya, air yang mereka konsumsi sehari-hari berubah warna menjadi kuning serta mengeluarkan bau menyengat.
Diduga, air warga tercemar dari limbah pabrik rokok yang dibuat uruk lahan pemukiman berlubang. Di mana dulunya merupakan sebagai tempat membuat bata merah.
Salah satu warga RT 01 RW 06 yang tinggal sudah 28 tahun mengaku, air di rumahnya yang ditempati berubah warna menjadi kuning dan berbau menyengat.
Sementara Supandi, Ketua RW 06 Kelurahan Bujel mengatakan, ada sekitar 270 KK yang bermukim dan hampir kesemuanya tercemar oleh limbah.
Dirinya menjelaskan, dari 30 sampel air yang dilakukan uji laboratorium, ada sekitar 25 rumah yang tidak layak dikonsumsi. Karena air berubah warna setelah 5 jam, juga ada yang tidak berubah tapi berbau menyengat.
Menurutnya, akibat kejadian tersebut ia mengalami diare serta terkadang mengalami batuk. Karena kandungan ecolin dalam air di rumahnya cukup tinggi.
Munculnya pencemaran air sumur tersebut diduga berawal dari bahan untuk menguruk tanah yang sebelum dijadikan permukiman sebagai tempat pembuatan bata merah. Lahannya berlubang dikarenakan tanah yang digali untuk bahan bata merah kemudian warga menguruk lubang tersebut dengan menggunakan limbah yang diduga berasal dari pabrik rokok. (me)







