Connect with us

Banyuwangi

Banyuwangi – Maling HP Diciduk Polisi Setelah 2 Bulan Buron

Diterbitkan

pada

Banyuwangi – Setelah menjadi buronan polisi selama hampir 2 bulan lebih, pelaku pencurian sebuah HP milik salah satu pengunjung warung bakso di wilayah Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, akhirnya berhasil tertangkap. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu unit HP yang belum sempat terjual.

DP, 33 tahun, pria asal Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, hanya bisa pasrah saat Unit Reskrim Polsek Gambiran menggelandangnya. Penangkapan terlaksana setelah pelaku menjadi buron hampir 2 bulan lamanya. Ia menjadi buron atas kasus pencurian satu unit telefon genggam di wilayah Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran. Pelaku yang sudah polisi tetapkan menjadi terangka, tertangkap di kediamannya tanpa ada perlawanan yang berarti. Selain mengamankan DP, polisi juga mengamankan satu unit telfon genggam yang belum sempat tersangka jual.

Pengungkapan kasus ini, bermula saat pemilik handphone yakni, Muclas, warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kehilangan handphone miliknya. Ia kehilangan saat makan bersama rekannya di salah satu warung bakso, pada tanggal 9 Juli 2021 lalu. Ia yang saat itu hendak membayar, kaget, setelah tau handphone yang ia letakkan di meja makan, lenyap tak bersisa. Saat tahu barangnya raib pencuri gondol, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Kanit Reskrim Polsek Gambiran, Ipda Karyono, membenarkan adanya kejadian pencurian di wilayah hukum Polsek Gambiran. Pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku yang notabenya berprofesi sebagai karyawan swasta, beserta satu unit handphone senilai lima juta, tujuh ratus ribu rupiah. Pihak kepolisian menjerat DP dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (aw)

Continue Reading
Advertisement

Banyuwangi

Seorang Remaja Laki Laki Nekat Mengakhiri Hidupnya Dengan Cara Gantung Diri

Diterbitkan

pada

Alat yang digunakan bunuh diri. Dok: Agus Win.

Banyuwangi – Seorang remaja, asal Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamarnya, pada Rabu pagi. Korban yang masih duduk di bangku madrasah aliyah tersebut tertemukan dalam kondisi leher terikat tambang kecil atau nilon. Yang pertama kali mengetahui hal kejadian tersebut adalah oleh orang tuanya. Meski sempat mereka bawa ke puskesmas, namun nyawa korban tidak dapat tertolong.

AF (18) tertemukan gantung diri oleh orang tua kandungnya pada rabu pagi, sekira pukul 4 lebih 10 menit. Korban yang merupakan santri pondok pesantren terkemuka di wilayah Kediri tersebut, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melilitkan lehernya dengan tambang kecil di dekat pintu cendela kamarnya sendiri. Sang ibu mengetahui kejadian saat hendak menyapu kamar anaknya. Ibu sekaligus ingin membangunkannya untuk menjalankan sholat shubuh. Namun, sang ibu kaget ketika melihat putranya sudah dalam keadaan leher terikat tali.

Di mata kakeknya, AF sendiri, merupakan cucu dengan kepribadian yang taat, serta tekun beribadah. Tidak ada gelagat mencurigakan, saat terakhir bertemu, sehari sebelum AF ditemukan gantung diri di kamarnya. Namun menurutnya,  dalam 15 hari belakangan ini, seusai pulang dari pesantren, AF cenderung menjadi sosok yang pendiam.

Selain itu, dari pengakuan orang tua korban kepada pihak kepolisian, diduga AF nekat gantung diri, lantaran sudah merasa tidak betah tinggal di pondok pesantren, mengingat saat diminta kembali ke pondok, dirinya terus menunda  keberangkatannya. (aw)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: