spot_img
Rabu, Mei 6, 2026
Beranda Jawa Timur 12 Adegan Rekontruksi Pembunuhan di Gelar

12 Adegan Rekontruksi Pembunuhan di Gelar

182
Sumber : Hasil tangkapan layar video team liputan MaduTV Nusantara

Probolinggo – Polisi gelar dua belas adegan rekontruksi pembunuhan wanita paruh baya oleh cucu keponakan sendiri, di Probolinggo, Jawa Timur.

Dengan pengawal ketat polisi bersenjata lengkap dan puluhan aparat kepolisian di terjunkan dalam gelar dua belas adegan rekontruksi pembunuhan di Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Polsek Bantaran dan satuan Reskrim Polres Probolinggo melakukan gelar rekontruksi kejadian pembunuhan seorang wanita beberapa hari yang lalu.

Pelaku pembunuhan di hadirkan dalam gelar rekontruksi di tempat kejadian perkara di Desa Legundi/ Kecamatan Bantaran tersebut.

Korban di buang di sebuah pekarangan halaman belakang rumah dan di temukan oleh warga setempat saat mencium bau menyengat. Tubuh korban tergeletak di pekarangan dalam keadaan tampa busana. Diperkirakan sudah lebih dari dua hari dari kejadian pembunuhan tersebut.

Motif  dari latar belakang pembunuhan yang di lakukan oleh cucu keponakan sendiri yakni Ahmad Hadi ( 23 tahun), karena sakit hati mendengar perkataan korban bernama Jaminah ( 65 tahun ).

Sementara itu, Kapolres Probolinggo melalui Kapolsek Bantaran Akp. Sugeng Harianto mengatakan, ada dua belas adegan dalam rekontruksi pembunuhan tersebut dari hasil olah tempat kejadian perkara.

Adegan rekontruksi di awali saat tersangka berniat meminjam uang pada korban. Namun, bukan mendapat pinjaman melainkan mendapat makian dan ejekan. Lalu tersangka meninggalkan rumah korban. Namun, justru tersangka dendam dan mendatangi rumah korban pada esok harinya, Selasa (10/05/2022).

Saat di rumah korban, tersangka melihat kunci inggris yang berada di atas rak sepatu. Kemudian langsung di ambil dan memukulnya pada korban di saat sedang mandi. Tak hanya sekali, tersangka memukul korban di bagian tengkuk lehernya menggunakan kunci inggris sebanyak lima kali hingga jatuh tersungkur.

Melihat korban bersimbah darah tersangka panik dan berlari ke ruang tamu. Hingga, membuat senjata yang telah terkena darah korban menempel di beberapa tembok dan lantai.

Kemudian, tersangka menyeret korban dan membuang ke pekarangan samping rumah kosong pada malam hari agar tidak di ketahui masyarakat setempat.

Kini, tersangka harus mendekam di balik jeruji besi polres probolinggo. Guna pertanggung jawabkan atas perbuatanya.(red)