spot_img
Sabtu, Maret 14, 2026
Beranda Banyuwangi Warga Genteng Wetan Keluhkan Bau Samping Tempat Pengolahan Sampah Baru

Warga Genteng Wetan Keluhkan Bau Samping Tempat Pengolahan Sampah Baru

380
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS) di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Timbulkan Bau Menyengat

BANYUWANGI – Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS) di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, mendapat sorotan dari warga sekitar. Keluhan tersebut muncul karena adanya bau menyengat yang berasal dari aktivitas pengolahan sampah yang baru berjalan selama sepekan.

Aktivitas pengolahan sampah yang berlokasi di atas tanah aset Desa Genteng Wetan ini menuai keluhan dari warga sekitar. Bau menyengat diduga berasal dari sampah rumah tangga yang ditampung di TPS ini. Meskipun TPS ini baru berusia sepekan dan memiliki kapasitas tampung hingga 1,8 ton, bau yang menyengat sudah menjadi permasalahan.

Sampah rumah tangga, terutama jenis organik seperti sisa makanan, diduga menjadi biang keladi dari masalah bau yang meresap keluar dari TPS. Keluhan tidak hanya sebatas bau, melainkan juga munculnya lalat yang mengganggu aktivitas warga, khususnya sektor kuliner yang berada dekat dengan lokasi TPS. Pengguna jalan juga terkena dampak terpaan bau menyengat ketika melintas di jalanan dekat TPS.

Pihak pengelola TPS berdalih bahwa mereka telah rutin melakukan penyemprotan cairan katalis guna mengurangi efek bau sampah. Namun, terutama saat musim penghujan, efek bau sampah cenderung lebih intens.

Ketua Teknis Pengelolaan TPS, David Suprianto, mengungkapkan bahwa TPS ini masih dalam tahap uji coba sebelum didirikannya tempat pengolahan sampah permanen yang merupakan bantuan dari Pemerintah Norwegia. Tahap uji coba dilakukan untuk mengidentifikasi jumlah sampah yang dihasilkan dan kemudian ditampung di lokasi ini.

Bantuan hibah pengolahan sampah senilai hampir setengah miliar dari Pemerintah Norwegia diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah, terutama di Desa Genteng Wetan. Namun, ironisnya, tahap uji coba ini justru menimbulkan keluhan dari warga terkait bau yang dihasilkan. Keluhan warga sudah diterima baik secara langsung di TPS maupun oleh pemerintah desa, dan pengelola TPS mengandalkan pemilahan serta penyemprotan katalis untuk mengatasi keluhan tersebut.