spot_img
Sabtu, Maret 14, 2026
Beranda Blitar Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme, Bakesbangpol Jatim Ajak Pemuda Untuk Ikut Bergabung Dalam Organisasi...

Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme, Bakesbangpol Jatim Ajak Pemuda Untuk Ikut Bergabung Dalam Organisasi Yang Berlandaskan Pancasila

236

BLITAR, MADUTV – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan
Sosialisasi Pemberdayaan Organisasi Masyarakat dalam Rangka Penguatan Wawasan Kebangsaan di Hotel Ilhami, di Jalan raya Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Ada sebanyak 180 peserta yang semuanya adalah para pemuda yang mengikuti kegiatan Sosialisasi ini.

Dalam kesempatan tersebut, Bakesbangpol Jatim mengajak para pemuda di Kabupaten Blitar untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme, salah satunya dengan cara berorganisasi masyarakat (Ormas) yang memiliki landasan Pancasila.

Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya, Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur Andik Tri Cahyanto mengatakan, di era globalisasi seperti sekarang ini perlu menumbuhkan sikap nasionalisme. Di era yang terbuka ini rawan masuknya faham-faham yang tidak sesuai dengan idealisme Bangsa Indonesia.

“Dengan kondisi saat ini membuat dunia tidak ada sekat. Perkembangan tehnologi informasi menjadikan media penyebaran faham-faham yang tidak sesuai dengan jati diri Bangsa Indonesia,” tegasnya, Rabu (6/12/2023).

Andik menambahkan, negara memiliki konstitusi yang menjamin warganya untuk memberikan kebebasan pendapat lisan dan tulisan. Ini dijamin dalam pasal 28 UUD 1945.

“Jangan takut (untuk berpendapat) di era reformasi seperti sekarang ini, tapi ada koridor hukum yang harus dipatuhi. Kalau kita tidak selektif maka anak-anak akan melihat hal-hal yang membahayakan, seperti masuknya faham-faham yang merusak sendi sendiri negara seperti terorisme dan radikalisme,” imbuhnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga membuat aturan untuk menguatkan pemberdayaan Ormas. Ini tertuang dalam Perda Provinsi Jawa Timur nomor 11 tahun 2022.

“Peraturan Pemerintah Jawa Timur membutuhkan peran serta masyarakat, tokoh agama, dan semua elemen kompak dan kerjasama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya.

Ditegaskannya, bahwa untuk mencegah radikalisme bukan menjadi tanggungjawab TNI dan Polri, namun peran serta orang tua. Orang tua wajib preventif dan memberikan pemahaman kepada keluarga dan anak supaya tidak terjangkit faham radikal. “Radikal itu tidak sesuai dengan aqidah dengan agama,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Tamim mengatakan Indonesia tidak harus berdasarkan Islam. Menurutnya terlebih penting mencintai Tuhanya dan Tanah Airnya.

“Organisasi apapun dasarnya harus Pancasila, baik dari Sabang sampai Merauke,” ungkapnya.(sk)