
Trenggalek – Seni kerajinan wayang kulit kini mulai tergerus zaman. Seiring dengan perkembangan waktu, apalagi di saat musim pandemi saat ini. Di Trenggalek, Jawa Timur seorang kakek berusaha untuk mengeksiskan perwayangan. Dengan penuh kesabaran seorang kakek membuat wayang kulit.
Pengrajin ini bernama Sumiran, pengrajin wayang kulit yang biasanya di panggil Mbah Sum, dari Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Ia menekuni membuat barongan sejak tahun 1960 hingga sekarang, dengan bahan dasar kulit kambing dan sapi.
Proses pembuatan wayang kulit selama 7 hari, semua wayang di buat dengan alat manual. Proses membuat wayang di mulai dari menghilangkan bulu pada kulit (dalam bahasa jawa di kerok). Selanjutnya kulit tersebut di bentuk sesuai dengan pesanan, kemudian di cat dan di beri aksesoris agar wayang kulit tersebut kelihatan bagus.
Harga wayang kulit ini bisa mencapai 1 juta rupiah, sesuai dengan jenis dan ukuranya. Selain itu juga Sumiran juga membuat wayang kulit untuk hiasan dinding yang di bandrol mulai dari 300 ribu rupiah.
Meskipun sudah tua, Mbah Sumiran tetap semangat membuat wayang kulit dengan alat manualnya. Mbah Sum berharap masyarakat bertahan diantara musim pandemi ini dan mau melestarikan kesenian wayang kulit agar tidak punah. (wn)







