spot_img
Sabtu, April 25, 2026
Beranda Gresik Tradisi Malem Selawe Kembali Digelar, Wabup Bu Min Ungkap Keistimewaannya

Tradisi Malem Selawe Kembali Digelar, Wabup Bu Min Ungkap Keistimewaannya

225
Tradisi Malem Selawe Kembali Digelar, Wabup Bu Min Ungkap Keistimewaannya
Tradisi Malem Selawe Kembali Digelar, Wabup Bu Min Ungkap Keistimewaannya

Gresik. Tradisi Malem Selawe kembali digelar di kompleks Makam Sunan Giri, Kabupaten Gresik, pada Sabtu (15/04) malam. Tradisi rutin ini diikuti oleh Wakil Bupati Gresik Hj. Aminatun Habibah, jajaran Forkopimda, dan OPD Gresik. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Bu Min mengungkapkan keistimewaan dari acara Malem Selawe.

Menurut Bu Min, malam Selawe merupakan salah satu malam ganjil yang sangat istimewa di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Malam ini juga diindikasikan sebagai turunnya malam Lailatul Qadar. Sejarah mencatat bahwa tradisi Malem Selawe sudah ada sejak zaman Raden Paku (Sunan Giri). Saat itu, Sunan Giri

Tradisi Malem Selawe Kembali Digelar, Wabup Bu Min Ungkap Keistimewaannya
Tradisi Malem Selawe Kembali Digelar, Wabup Bu Min Ungkap Keistimewaannya

mengajak para santrinya untuk beri’tikaf di Masjid Giri sebelum pulang kampung. Tujuannya adalah untuk mendapatkan berkah malam Lailatul Qadar.

Saat ini, tradisi Malem Selawe tidak hanya beri’tikaf di masjid, tetapi juga berziarah ke makam Sunan Giri dan melakukan berbagai amaliyah lainnya. Fenomena ini memiliki dampak positif bagi ratusan UMKM yang berjualan di sekitar lokasi makam. Banyaknya pengunjung yang datang ke Masjid Giri membuat UMKM sekitar semakin ramai. Hal ini juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Bu Min berharap semangat Sunan Giri dalam mengajak masyarakat bermunajat kepada Allah SWT terus diwariskan ke masyarakat Gresik. Sunan Giri dikenal sebagai ulama besar yang memiliki banyak pengikut. Ia dikenal memiliki pemikiran yang progresif dan toleran.

Selain kegiatan Malem Selawe, Kecamatan Kebomas juga telah membuka pelayanan terkait legalitas usaha. Pelayanan tersebut berjalan sejak awal Ramadhan tahun ini. Dalam acara Malem Selawe, Camat Gresik Yusuf Anshori menyampaikan bahwa ada pelayanan gratis pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada tiga UMKM dan sertifikat halal untuk empat UMKM di Kecamatan Kebomas.

Menurut Camat Anshori, saat ini ada 565 UMKM di Kebomas yang telah mendaftar NIB, dan sertifikasi halal mencapai 520 UMKM. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak UMKM di Gresik yang berusaha untuk memenuhi persyaratan legalitas dan sertifikasi halal.

Semoga dengan adanya tradisi Malem Selawe dan pelayanan legalitas usaha di Kecamatan Kebomas, perekonomian masyarakat Gresik semakin berkembang. Diharapkan juga semakin banyak UMKM di Gresik yang berusaha untuk memenuhi persyaratan legalitas dan sertifikasi halal.