
Sleman – Seiring memasuki musim pancaroba, pemerintah Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman meminta para penambang pasir dan batu yang beraktifitas di aliran sungai gendol meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi ancaman bahaya banjir lahar hujan maupun tebing longsor.
Himbauan terkait peningkatan kewaspadaan agar tidak lengah bagi setiap penambang pasir dan batu di aliran sungai gendol lereng gunung merapi tersebut, tersampaikan langsung oleh Lurah Kepuharjo, Heri Suprapto. Menurutnya, memasuki perubahan musim kewaspadaan perlu meningkat. Terlebih saat ini hujan sudah mulai terjadi di sejumlah kawasan lereng gunung merapi, termasuk puncak gunung.
Dengan terjadinya perubahan musim tersebut potensi bencana alam bisa sewaktu-waktu terjadi. Seperti banjir lahar hujan maupun tebing longsor. Terlebih saat melakukan aktifitas di kawasan tebing sungai. Khawatir, sedikit getaran dan perubahan cuaca yang terjadi, bisa memicu retakan tebing menjadi longsor. Penambang pun sesegera mungkin harus meninggalkan alur sungai. Terutama jika terjadi hujan deras di seputar aliran sungai gendol dan puncak gunung merapi.
Di sepanjang aliran sungai gendol sendiri, terdapat belasan titik lokasi tambang legal yang hingga kini menjadi tumpuan ekonomi kalangan masyarakat di lereng gunung merapi. Selain aktifitas tambang, banyak di antara masyarakat yang mengais rejeki dengan berjualan aneka minuman maupun makanan. (di)







