
SIDOARJO – Seorang pemuda di Sidoarjo, Jawa Timur, tewas akibat ledakan petasan. Korban, bernama Efendi Dimas Yulianto, 22 tahun, diduga sedang merakit petasan untuk digunakan pada perayaan Tahun Baru. Efendi mengalami luka bakar di seluruh tubuhnya dan ditemukan tergeletak di kamar rumahnya.
Kejadian tragis ini mengguncang ketenangan warga Dusun Tanjung Anom, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Ledakan dahsyat terjadi di rumah Efendi, meninggalkan warga setempat terkejut. Warga yang mengetahui peristiwa tersebut segera mendatangi rumah Efendi dan menemukan korban sudah meninggal dunia dalam kondisi terlentang di kamar.
Pihak berwenang, termasuk polisi dan petugas pemadam kebakaran, segera dihubungi oleh warga. Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan evakuasi jenazah Efendi. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Porong Sidoarjo untuk dilakukan otopsi.
Ketua RW 05, Heri Siswanto, memberikan keterangan bahwa ledakan terjadi saat ia bersama warga sedang melaksanakan tahli-lan. Warga terkejut mendengar suara ledakan dahsyat yang berasal kurang lebih 150 meter dari lokasi tahli-lan. Heri menduga bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh Efendi yang sedang merakit petasan, mengingat korban dikenal sebagai seseorang yang senang membuat petasan.
“Sementara itu, kasus kematian pemuda akibat ledakan ini sedang ditangani oleh pihak Polsek Taman. Selain melakukan otopsi terhadap jenazah korban, polisi juga melakukan penyelidikan dan mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga merupakan bahan pembuat petasan,” ujar Heri.
Kejadian ini menunjukkan bahaya merakit petasan tanpa pengetahuan dan pengawasan yang memadai. Pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak sembarangan dalam menggunakan atau membuat bahan peledak demi keselamatan bersama. Dalam kondisi ini, keluarga korban tentu menghadapi duka mendalam, sementara pihak kepolisian terus berupaya mengungkap penyebab pasti ledakan tersebut.







