spot_img
Senin, April 27, 2026
Beranda Bengkulu Seorang Guru Harus Kehilangan Bola Matanya karena diketapel oleh Wali Murid

Seorang Guru Harus Kehilangan Bola Matanya karena diketapel oleh Wali Murid

304

Bengkulu – Sebuah insiden tragis terjadi di salah satu SMA di Bengkulu, ketika seorang guru bernama Zaharman (58), mengalami luka parah pada bagian matanya akibat serangan dari seorang wali murid. Tragedi ini terjadi setelah Zaharman menegur putra wali murid tersebut karena terbukti merokok di lingkungan sekolah dan memberikan hukuman sesuai peraturan sekolah.

Ketidakpuasan dari wali murid tersebut atas tindakan guru terhadap anaknya mengakibatkan aksi tak terduga. Wali murid yang diketahui bernama Arpanjaya (45) dengan emosi yang tinggi menyerang mata Zaharman dengan ketapel, karena kesal melihat putranya mendapat hukuman dari guru.

Serangan itu berujung tragis bagi Zaharman, yang harus menahan rasa sakit luar biasa dan menderita luka serius di bagian matanya. Akibat serangan yang begitu ganas, bola matanya mengalami kerusakan parah dan akhirnya harus diangkat oleh tim medis. Penderitaan yang dialami oleh Zaharman sangat menyedihkan, dan ia saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Namun, kejadian ini tak berhenti sampai di situ. Setelah menyakiti mata sang guru, Arpanjaya justru melaporkan Zaharman atas tuduhan penyerangan. Alasannya, sang putra merasa tidak bersalah dan hanya berkumpul bersama teman-temannya, bukan merokok seperti yang dituduhkan oleh guru.

Tindakan Arpanjaya yang memprotes tindakan guru terhadap putranya ini mendapat banyak perhatian dari warganet. Sejumlah warganet mengecam kekerasan yang dilakukan oleh wali murid sebagai cara menyelesaikan masalah di lingkungan sekolah. Mereka menyuarakan keprihatinan atas tindakan tak pantas yang menyebabkan luka serius pada seorang pendidik yang seharusnya dihormati dan dihargai.

Ketua Komite Sekolah, Budi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden ini. Budi menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah tidak dapat diterima, baik dari siswa maupun dari orang tua siswa.

Meskipun insiden ini mengguncang hati banyak orang, semangat optimisme muncul dari para guru dan siswa di sekolah tersebut. Mereka bersatu dalam mengutuk kekerasan dan berkomitmen untuk menjaga lingkungan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Semoga tragedi ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua, bahwa cara-cara kekerasan tidak akan pernah membawa solusi yang baik. Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat pembentukan karakter dan akhlak yang baik, serta tempat tumbuhnya semangat kebersamaan dan penghargaan atas perbedaan.