spot_img
Senin, April 20, 2026
Beranda Jawa Timur Sebuah Penghormatan, Pemkot Kediri Hantarkan Digma Ke Peristirahatan Terakhir

Sebuah Penghormatan, Pemkot Kediri Hantarkan Digma Ke Peristirahatan Terakhir

250

Kediri – Kabar duka menyelimuti Kota Kediri. Digma Marchya Agatha, relawan Mahasiswa D4 TLM IIK Bhakti Wiyata Kota Kediri telah menghembuskan nafas terakhirnya di tengah perjuangannya sebagai relawan tenaga medis Covid-19 di Kota Kediri. Penuh dengan rasa haru, Pemerintah Kota Kediri mengantarkan Almarhum ke peristirahatan terakhirnya sebagai sebuah bentuk penghormatan yang tak terhingga.

“Kemarin setelah pemulasaraan, kami lakukan pelepasan jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir dari Pemkot Kediri. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya setelah mendapat perawatan selama satu hari di RSUD Gambiran.โ€, ungkap dr. Fauzan Adhima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Kamis (5/8).

โ€œAlmarhum ini sudah berjasa membantu Pemkot Kediri dalam penanganan Covid-19 di Kota Kediri. Untuk itu kita memfasiltasi pemulasaraan dan pengantaran almarhum ke rumah duka sebagai bentuk rasa terima kasih dari Pemkot Kediriโ€, imbuhnya.

Lebih lanjut, ia dan Pemkot Kediri mengucapkan rasa terima kasihnya kepada almarhum dan seluruh relawan Covid-19 di Kota Kediri. Mereka membantu Pemerintah Kota Kediri dalam menangani pasien Covid-19 di Kota Kediri. โ€œSaya mewakili Pemkot Kediri mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya untuk almarhum dan keluarga. Tak lupa Pemkot Kediri berterima kasih atas jasa almarhum dan relawan yang saat ini sedang bertugasm,” tuturnya.

Sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19, para relawan Covid-19 ini memang rentan terpapar virus Covid-19. Untuk itu, Pemkot Kediri sangat menjamin kesehatan mereka dengan memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemkot Kediri tanpa pungutan biaya.

โ€œSebagai bentuk perhatian dari Pemkot Kediri, para relawan Covid-19 ini akan kami jamin kesehatan mereka dengan memberikan pelayanan pengobatan di rumah sakit milik Pemkot Kediri tanpa biaya apapunโ€, pungkas dr. Fauzan Adhima. (me)