
Kediri – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Kediri menemukan sedikitnya lima ekor sapi yang diduga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Sapi-sapi milik Nuriman warga Jalan Penanggungan No. 45 Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu menunjukkan gejala seperti, mulut berlendir, terdapat luka di kaki, serta tidak mau makan.
Menurut drh. Ilham, selaku petugas Call Center Tanggap PMK di bawah naungan DKPP Kota Kediri, awalnya ada 7 ekor sapi yang menunjukkan gejala PMK. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, 5 ekor yang mengarah suspek PMK.
“Untuk memastikan terpapar PMK atau tidak, petugas mengambil sampel, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium,” kata drh. Iham, pada Senin (30/5).
drh. Ilham menyebutkan, awalnya pada Minggu (29/5) kemarin, ada laporan dari pemilik bahwa sapinya jatuh sakit dan tidak mau makan. DKPP Kota Kediri menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan pemeriksaan.
Dari 10 ekor populasi sapi yang ada di kandang milik Nuriman, 7 sapi menunjukkan gejala PMK. Tetapi, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, 5 ekor yang mengarah suspek PMK.
“Lima ekor sapi itu, tiga dalam kondisi bagus, mau makan. Cuma yang satu agak menurun. Kondisinya, agak susah nggayemi (memamah biak). Satunya lagi lumayan agak menurun, mau makan,” jelas drh. Ilham.
Dari temuan itu, DKPP Kota Kediri melapor ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Akhirnya, pada hari ini Tim Laboratorium DKPP Jatim yang ada di Malang datang untuk melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel darah, swab dan luka pada sapi.
“Tiap hari akan kita pantau dan kita lakukan pemeriksaan dan pemberian obat-obatan sebagai terapi. Harapannya 7-10 hari bisa membaik. Kita pantau dari Dinas dan itu gratis,” imbuh drh. Iham.
Sambil menunggu keluarnya hasil pemeriksaan sampel, DKPP Kota Kediri bekerjasama dengan Kepolisian dan TNI meminta agar lembu-lembu tersebut diisolasi, hingga kondisinya dinyatakan sembuh.
Sementara itu, menurut pemilik, sapi-sapi tersebut baru saja dibeli dari wilayah Desa Gringging, Kecamatan Grogol dan Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Awalnya sapi dalam kondisi sehat, tetapi beberapa kemudian menunjukkan gejala sakit.
Oleh pemilik yang juga pedagang sapi, rencananya hewan ternak tersebut akan dijual kembali untuk kebutuhan Idul Adha.(ef)







