spot_img
Minggu, Maret 15, 2026
Beranda Jawa Timur Sambut HSN, Gowes Bersarung ala Santri

Sambut HSN, Gowes Bersarung ala Santri

268

Probolinggo – Jelang memperingati hari santri nasional, 22 Oktober 2021, pengasuh pondok pesantren Genggong, Probolinggo, Jawa Timur. Gowes mancal sepeda dengan bersarung, tradisi unik ini dilakukan setiap tahunya.

Bertempat di depan Pondok Pesantren Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, pengasuh pondok pesantren, Kh. Muhammaf Hasan Mutawakkil Alallah dan Gus Muhammad Harris Damanhury Romly serta warga sekitar, turut hadir dalam gowes bareng memakai sarung ala santri.

Gowes bareng atau mancal sepeda dengan mengelilingi desa dan masuk kampung di pedesanan. Selain, memperingati hari santri nasional (HSN). Mereka lebih memilih gowes bareng dengan bersarung ala santri,menyusuri pedesaan dan perkampungn di Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

Turut serta gowes bersarung, KH. Muhammad hasan mutawakkil alallah, bersama para gus keluarga besar pondok pesantren genggong. Selanjutnya, Gus Harris langsung melepas  puluhan gowes bersarung ala santri ini. Degan jarak menempuh jarak sekitar delapan kilo meter, dari start di  depan ponpes genggong, finist di Desa Rawan, Kecamatan Krejengan.

Gowes atau mancal sepeda dengan bersarung merupakan rutinitas di hari jumat sekaligus memperingati hari santri nasional. Selain itu, bisa menjaga kesehatan tubuh kita dengan berolah raga.

Tak seperti tahun yang lalu, gowes atau mancal bareng menggunakan sarung pengikutnya sampai ratusan orang. Kali ini, karena situasi masih pandemi Covid 19. Peserta di batasi. Untuk menghindari paparan virus corona.

Para peserta  gowes pun selalu mematuhi protokol kesehatan ketat, dengan memakai masker. Karena momen  bersejarah di hari santri nasional (HSN), bisa memberikan semangat bagi santri untuk meneruskan cita citanya, dan ikut memerangi penyebaran Covid 19.

Pihaknya, juga berharap dalam hari santri nasional ini, santri bisa memanfaatkan momen untuk terus berkarya dan memberikan bekal bagi masyarakat, tentang pemahaman agama.

Lebih lanjut, gowes atau mancal bareng bersepeda bersarung ala santri, juga di ikuti oleh beberapa komunitas sepeda antik, yang sekaligus di promotori oleh Gus Harris dan Habib Mahdi. (as)