spot_img
Minggu, Maret 15, 2026
Beranda Internasional Rusia Tolak Protes Keras Jepang atas Kunjungan Mikhail Mishustin di Pulau yang...

Rusia Tolak Protes Keras Jepang atas Kunjungan Mikhail Mishustin di Pulau yang Disengketakan

385

Moskow/Jepang – Rusia menolak protes diplomatik pihak Jepang atas kunjungan perdana menteri Rusia di kepulauan yang disengketakan kedua belah pihak pada Senin (26/7/2021), Moskow menegaskan pihaknya bisa pergi ke mana pun di wilayah Rusia yang dia inginkan.

Seorang juru bicara tinggi pemerintah Jepang mengatakan sebelumnya pada hari Senin, Tokyo mengajukan protes diplomatik resmi atas kunjungan Mikhail Mishustin ke salah satu dari empat pulau yang dikuasai Rusia dan diklaim oleh Jepang.

Menindak lanjuti hal ini Jepang telah memanggil duta besar Rusia untuk membahas masalah ini, dengan menyatakan bahwa pulau-pulau tersebut masuk wilayah utara Jepang , sementara Rusia menyebut Kepulauan tersebut dengan sebutan kepulauan Kuril dan diklaim sebagai wilayah kekuasaan Rusia.

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengunjungi kompleks pengolahan ikan Yasny di pulau Kuril selatan Itu, Rusia 26 Juli 2021. Sputnik/Dmitry Astakhov/Pool via REUTERS

Sengketa teritorial atas pulau-pulau itu terjadi ketika Uni Soviet merebutnya pada akhir Perang Dunia Kedua , hal ini menjadi penyebab utama terhambatnya penandatangan perjanjian damai antara kedua negara.

Seperti dikutip oleh kantor berita Rusia, Mishustin mengatakan selama kunjungannya di kepulauan tersebut, pihak Moskow berencana untuk mendirikan zona ekonomi khusus tanpa bea cukai dan pengurangan pajak di wilayah itu.

Karena tindakan protes yang dilakukan pihak Jepang, Kementerian luar negeri Rusia memanggil duta besar Jepang di Moskow untuk memprotes balik perilaku Tokyo tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Igor Morgulov menyampaikan protes keras kepada pihak Jepang sehubungan dengan langkah-langkah yang diambil oleh pejabat Tokyo dalam beberapa hari terakhir.

Kremlin mengatakan bahwa pihaknya menghargai dan ingin meningkatkan hubungan baik dengan Tokyo, karena pihaknya tidak melihat ada yang salah dengan perjalanan yang dilakukan oleh Mishustin.

“Mengenai perjalanan perdana menteri ke pulau Itu,  Mishustin berhak mengunjungi provinsi-provinsi di wilayah Rusia,” kata juru bicara Presiden Vladimir Putin Dmitry Peskov kepada wartawan.

Peskov menambahkan bahwa Moskow akan terus bekerja sama dengan Tokyo untuk menyepakati perjanjian damai.

Mishustin mengatakan dia akan mendiskusikan dengan Putin apa yang dia sebut sebagai rangkaian kegiatan untuk meningkatkan perekonomian, yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dan kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan pulau-pulau itu.

“Ini akan menarik, bukan hanya untuk Rusia namun untuk Jepang juga, dan dapat menciptakan lapangan kerja dan bekerja sama dengan mereka jika Jepang tertarik,” katanya kepada pengusaha lokal.(reuters/red)