spot_img
Senin, Maret 16, 2026
Beranda OLAHRAGA Rumah Sakit di Tokyo Kewalahan Jelang Paralimpiade Tokyo

Rumah Sakit di Tokyo Kewalahan Jelang Paralimpiade Tokyo

289

Tokyo, Jepang – Panitia penyelenggara pada Jumat (20/8/21) mengakui Paralimpiade Tokyo 2020 akan terlaksana dalam situasi yang sangat sulit. Ini karena rumah sakit di kota tuan rumah tengah kewalahan dengan lonjakan pasien Covid-19. Banyak informasi bahwa varian Delta yang menjadi pemicunya.

Dalam waktu kurang dari sepekan jelang pembukaan, surat kabar Asahi melaporkan bahwa sebuah rumah sakit di Tokyo menolak permintaan penyelenggaraan. Pihak rumah sakit menolak menangani kasus darurat yang terjadi di Paralimpiade, karena mereka lebih memprioritaskan pasien Covid-19 domestik.

“Melihat situasi medis, kami harus mengatakan bahwa kami akan mengadakan Paralimpiade di tengah situasi yang sangat sulit,” kata seorang petugas pengiriman Paralimpiade Hidemasa Nakamura. “Apa yang kami lakukan jika ada kasus parah, mengingat situasi di rumah sakit saat ini juga penuh. Kami juga perlu mempunyai contact flow yang memiliki akses ke rumah sakit dan fasilitas medis,” tambahnya.

Penyelenggara mengatakan akan menerapkan protokol Covid-19 untuk Paralimpiade mengikuti “Playbook” yang sama, yang digunakan selama Olimpiade. Menurut penyelenggara, pengujian Covid-19 yang sering dan pembatasan lainnya. Seperti membatasi pergerakan atlet dan ofisial terbukti efektif dalam meminimalisir risiko infeksi.

Nakamura pun meminta agar para pejabat domestik menghindari makan di luar atau minum beramai-ramai, dan berjanji untuk melakukan pengujian menyeluruh kepada peserta lokal. Jepang sebelumnya memperpanjang status darurat Covid-19 di ibu kota dan wilayah lain selama Olimpiade pada 23 Juli-8 Agustus dan Paralimpiade pada 24 Agustus-5 September.

Penyelenggara melaporkan 12 kasus baru yang ditemukan di antara peserta Paralimpiade, termasuk satu atlet. (antara/as/ed:zl)