spot_img
Minggu, Maret 15, 2026
Beranda Jawa Timur Ribuan Seniman Reog Ponorogo Tuntut Pengajuan Reog ke UNESCO

Ribuan Seniman Reog Ponorogo Tuntut Pengajuan Reog ke UNESCO

200
Ribuan Seniman Reog Ponorogo Tuntut Pengajuan Reog ke UNESCO
Ribuan Seniman Reog Ponorogo Tuntut Pengajuan Reog ke UNESCO

Ribuan Seniman Reog Ponorogo Desak Pengajuan Reog ke UNESCO

Ponorogo – Ribuan seniman dan pandemen Reog Ponorogo kembali menggelar unjuk budaya di Jl. Alun-Alun Utara Ponorogo pada Sabtu (8/4/2023) malam, menuntut pengajuan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) atau Intangible Cultural Heritage (ICH) di bawah naungan UNESCO. Mereka menagih janji Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang akan mengajukan Reog Ponorogo ke daftar tersebut.

Sebelumnya, pada tahun lalu, Bupati Ponorogo menerima surat balasan dari Kemendikbud yang menjawab nota protes terkait pengajuan jamu. Dalam surat tersebut, Kemendikbud berjanji akan mengajukan Reog Ponorogo pada tahun 2024, dengan sidang UNESCO direncanakan pada tahun 2025. “Saya bersurat pada saat Kemendikbud mengusulkan jamu, kemudian dijawab oleh Pak Direktur waktu itu, akan diusulkan 2024,” ujar Bupati Ponorogo saat menemui para seniman dan pandemen Reog.

Ribuan Seniman Reog Ponorogo Tuntut Pengajuan Reog ke UNESCO
Ribuan Seniman Reog Ponorogo Tuntut Pengajuan Reog ke UNESCO

Aksi unjuk budaya ini tidak hanya diikuti oleh seniman Ponorogo, tetapi juga oleh seniman dari daerah-daerah lain, seperti Madiun, Trenggalek, Pacitan, Magetan, Ngawi, dan Wonogiri. Solidaritas yang ditunjukkan oleh seniman luar Ponorogo ini, menurut Bupati, merupakan bentuk kecintaan dan rasa memiliki terhadap kesenian Nusantara, khususnya Reog Ponorogo. “Ini bentuk solidaritas dan refleksi bersama-sama,” ungkap Bupati.

Bupati Ponorogo menekankan bahwa rasa memiliki terhadap kesenian Reog Ponorogo telah tertanam dalam hati para seniman dan pandemen Reog sejak lama. Proses pelestarian dan pengalihan warisan budaya ini dari generasi ke generasi menjadi bukti nyata dari rasa memiliki tersebut. Karena itu, Bupati merasa prihatin dan turut menyuarakan tuntutan para seniman dan pandemen Reog, yaitu menagih janji Kemendikbud untuk memprioritaskan pengajuan Reog Ponorogo ke daftar ICH UNESCO.

“Saya ditagih oleh masyarakat, tanpa undangan mereka berbondong-bondong menagih janji kepada saya. Ya sudah kita gelar bersama-sama, ini bentuk antusiasme, bentuk solidaritas, bentuk refleksi bersama-sama. Reog yang dijanjikan oleh Menteri wajib kita kawal bersama,” tegas Bupati Ponorogo.