Ratusan Siswa Dari 34 SMK Ikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur

41

Blitar – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di Gedung Kesenian Aryo Blitar, Kota Blitar, Kamis (24/3/2022).

Sejumlah produk unggulan siswa SMK dipamerkan dalam pembukaan LKS SMK tingkat Jawa Timur. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat Pemprov Jatim dan Pemkot Blitar.

Kegiatan LKS SMK diikuti oleh sebanyak 918 siswa dari 34 SMK se-Jawa Timur. Ada 53 bidang yang dilombakan dalam LKS SMK tingkat Jatim, antara lain, kelompok bisnis manajemen, teknologi rekayasa, IT, kesehatan dan agro pertanian.

Diketahui, para peserta LKS SMK tingkat Jatim tersebut sebelumnya sudah diseleksi di masing-masing wilayah kerja. Di Jatim, dibagi empat kelompok wilayah kerja dan tiap wilayah kerja membawahi 10 kota/kabupaten.

Wilayah kerja satu meliputi Sidoarjo, Surabaya hingga Bojonegoro. Wilayah kerja dua meliputi Pasuruan sampai Banyuwangi. Wilayah kerja tiga meliputi Malang Raya sampai Trenggalek dan wilayah kerja empat meliputi Jombang sampai Madiun. Seleksi di tingkat wilayah kerja sudah dilaksanakan. Peserta seleksi di wilayah kerja tidak terbatas dan diambil lima besar untuk diadu di tingkat Jatim.

Pameran produk unggulan siswa itu diikuti beberapa SMK di Jawa Timur.  Seperti SMKN 1 Kota Blitar yang memamerkan produk unggulan robotik, lalu SMKN 1 Kademangan memamerkan produk unggulan smart farming.

Sedang SMKN 5 Malang memamerkan produk unggulan motor listrik, kerajinan keramik, tekstil, dan elektro. Sedangkan dari SMKN 1 Jember memamerkan produk unggulan kerajinan batik.

Gubernur Khofifah dalam sambutannya mengatakan, kompetensi menjadi bagian prioritas bagi siswa SMK. Menurutnya, hal itu sudah diterapkan secara internasional, para siswa tidak semata-mata mendapat ijazah, tapi juga memiliki kompetensi.

PJ Sekda Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi menambahkan, target pelaksanaan LKS SMK itu untuk meyakinkan dunia usaha dan dunia kerja terhadap kompetensi siswa SMK. (red)