Connect with us

Jawa Timur

Protes Bau dan Debu Pabrik Pupuk Sejumlah Warga di Nganjuk Pasang Banner di Sepanjang Jalan Desa

Diterbitkan

pada

Nganjuk – Terdampak bau busuk dari sebuah pabrik pengolahan pupuk. Sejumlah warga di Kabupaten Nganjuk menggelar aksi protes, membentangkan sejumlah banner di jalan desa. Aksi tersebut sengaja warga lakukan. Agar pihak pabrik, segera mengatasi permasalahan bau dan debu yang warga rasakan. Polusi udara yang keluar dari pabrik, ternilai sangat mengganggu aktivitas dan mengancam kesehatan warga.

Keluhkan bau busuk dan debu yang keluar dari sebuah pabrik pengolahan pupuk. Sejumlah warga Dusun Templek, Desa Tanjung Kalang, Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Menggelar aksi protes dengan membentangkan sejumlah banner di sepanjang jalan desa. Aksi para warga ini sengaja warga lakukan. Agar pihak pabrik segera mengatasi permasalahan bau dan debu yang warga rasakan.

Akibat dari aktivitas produksi pabrik pupuk, sejumlah warga mengeluhkan sering mengalami sesak nafas dan mual. Selain itu, bau dan debu yang pabrik pupuk hasilkan juga sangat mengganggu aktivitas warga. Para warga pun khawatir, jika terus menghirup bau busuk dan debu dalam waktu lama. Dapat mengganggu kesehatan warga, terutama bagi anak-anak dan para lanjut usia.

Abdul Rokhim, salah satu  warga menjelaskan, polusi udara yang keluar dari pabrik pupuk tersebut. Telah warga rasakan selama bertahun tahun. Namun, selama beberapa tahun terakhir, bau busuk yang keluar dari pabrik semakin parah dan menyengat. Selain bau, para warga juga terganggu dengan debu kotor yang keluar saat pabrik sedang beroperasi. Debu pabrik itupun menempel di seluruh ruangan,  bahkan hingga makanan.

Karena polusi udara yang keluar dari pabrik dapat mengancam kesehatan warga. Pihaknya pun berharap agar polusi udara ini dapat segera hilang. Selain membentangkan banner, para warga juga telah melayangkan surat kepada pihak pabrik. Serta pemerintah desa untuk mengatasi permasalahan ini.

Sementara itu, Abdul Aziz, Kasi Pelayanan Pemerintah Desa setempat menjelaskan. Usai mendapat pengaduan dari warga. Saat ini pemerintah desa akan berupaya melakukan mediasi antara warga dan pihak pabrik. Selain kedua belah pihak, rencananya, proses mediasi tersebut juga akan melibatkan pihak Bhabinkamtibmas. Juga dengan pihak dari Pemerintah Kecamatan Ngronggot.

Pihaknya menambahkan, jika sebenarnya, proses mediasi ini sudah seringkali di jembatani oleh pemerintah desa. Sebelumnya proses mediasi juga pernah pada tahun 2018 silam. Hasilnya, pihak pabrik bersedia memberikan kompensasi kepada para warga terdampak. Seiring berjalannya waktu, para warga pun kembali mengeluhkan bau dan debu yang pabrik keluarkan. Karena semakin menyengat dan warga rasakan sampai saat ini. Hingga akhirnya, para warga pun kembali melakukan protes kepada pihak pabrik.

Rencananya, dalam waktu dekat Pemerintah Desa Tanjung Kalang akan segera melakukan mediasi antara warga dan pihak pabrik. Untuk mencari solusi terkait polusi udara ini. Proses mediasi akan terlaksana di balai desa setempat. Menghadirkan pihak dari Bhabinkamtibmas dan Pemerintah Kecamatan Ngronggot. (sh)

Continue Reading
Advertisement

Jawa Timur

Bencana Angin Kencang Melanda Wilayah Jember, Pohon Tumbang Timpa Mobil

Diterbitkan

pada

Pohon tumbang menimpa sebuah mobil yang diparkir di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Jember, Rabu (27/10/2021). (ANTARA/Zumrotun Solichah)

Jember – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo mengatakan bencana angin kencang yang menyebabkan sejumlah pohon tumbang terjadi di 10 lokasi yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu siang hingga sore hari.

“Sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi akibat angin kencang dan salah satunya di Jalan Ahmad Yani Jember yang menimpa sebuah mobil yang diparkir di tepi jalan,” katanya di Jember.

Berdasarkan data, lokasi pertama pohon tumbang akibat angin kencang terjadi di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari yang menutup sebagian akses jalan raya setempat, kemudian lokasi kedua di Jalan Ahmad Yani terdapat sebuah pohon trembesi berdiameter 80 cm tumbang menimpa mobil hingga mengalami rusak sedang.

Lokasi ketiga di Jalan Sumatera yang berada di Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, selanjutnya lokasi keempat di depan ruang terbuka hijau di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Pohon tumbang juga terjadi di depan SMA Negeri 5 Jember yang berada di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang. Lokasi keenam di Jalan Mohammad Yamin di depan Perumahan Taman Anggrek yang berada di Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates.

Angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari; Desa Pontang di Kecamatan Ambulu, Desa Garahan di Kecamatan Silo, dan lokasi terakhir di Kelurahan/Kecamatan Patrang.

“Petugas gabungan mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa sebuah mobil di Jalan Ahmad Yani dan beberapa lokasi lainnya, sehingga akses jalan kembali normal,” katanya.

Heru mengatakan tidak ada korban jiwa dalam bencana angin kencang yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Jember tersebut, namun pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati.

Ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai angin kencang pada perubahan musim kemarau ke musim hujan, sehingga menghindari pepohonan yang cukup tinggi dan tempat-tempat yang mudah ambruk akibat angin kencang.

Sementara Kasat Samapta Polres Jember AKP Eko Basuki Teguh A mengatakan pihaknya membantu BPBD Jember untuk mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa sebuah mobil dan mengatur lalu lintas.

“Kondisi jalan berangsur normal setelah upaya petugas membersihkan pohon yang tumbang sekitar 30 menit karena kami langsung menuju lokasi bencana setelah mendapat laporan dari warga,” katanya.(antara/*)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: