spot_img
Senin, Maret 16, 2026
Beranda Jawa Timur Protes Bau dan Debu Pabrik Pupuk Sejumlah Warga di Nganjuk Pasang Banner...

Protes Bau dan Debu Pabrik Pupuk Sejumlah Warga di Nganjuk Pasang Banner di Sepanjang Jalan Desa

247

Nganjuk – Terdampak bau busuk dari sebuah pabrik pengolahan pupuk. Sejumlah warga di Kabupaten Nganjuk menggelar aksi protes, membentangkan sejumlah banner di jalan desa. Aksi tersebut sengaja warga lakukan. Agar pihak pabrik, segera mengatasi permasalahan bau dan debu yang warga rasakan. Polusi udara yang keluar dari pabrik, ternilai sangat mengganggu aktivitas dan mengancam kesehatan warga.

Keluhkan bau busuk dan debu yang keluar dari sebuah pabrik pengolahan pupuk. Sejumlah warga Dusun Templek, Desa Tanjung Kalang, Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Menggelar aksi protes dengan membentangkan sejumlah banner di sepanjang jalan desa. Aksi para warga ini sengaja warga lakukan. Agar pihak pabrik segera mengatasi permasalahan bau dan debu yang warga rasakan.

Akibat dari aktivitas produksi pabrik pupuk, sejumlah warga mengeluhkan sering mengalami sesak nafas dan mual. Selain itu, bau dan debu yang pabrik pupuk hasilkan juga sangat mengganggu aktivitas warga. Para warga pun khawatir, jika terus menghirup bau busuk dan debu dalam waktu lama. Dapat mengganggu kesehatan warga, terutama bagi anak-anak dan para lanjut usia.

Abdul Rokhim, salah satu  warga menjelaskan, polusi udara yang keluar dari pabrik pupuk tersebut. Telah warga rasakan selama bertahun tahun. Namun, selama beberapa tahun terakhir, bau busuk yang keluar dari pabrik semakin parah dan menyengat. Selain bau, para warga juga terganggu dengan debu kotor yang keluar saat pabrik sedang beroperasi. Debu pabrik itupun menempel di seluruh ruangan,  bahkan hingga makanan.

Karena polusi udara yang keluar dari pabrik dapat mengancam kesehatan warga. Pihaknya pun berharap agar polusi udara ini dapat segera hilang. Selain membentangkan banner, para warga juga telah melayangkan surat kepada pihak pabrik. Serta pemerintah desa untuk mengatasi permasalahan ini.

Sementara itu, Abdul Aziz, Kasi Pelayanan Pemerintah Desa setempat menjelaskan. Usai mendapat pengaduan dari warga. Saat ini pemerintah desa akan berupaya melakukan mediasi antara warga dan pihak pabrik. Selain kedua belah pihak, rencananya, proses mediasi tersebut juga akan melibatkan pihak Bhabinkamtibmas. Juga dengan pihak dari Pemerintah Kecamatan Ngronggot.

Pihaknya menambahkan, jika sebenarnya, proses mediasi ini sudah seringkali di jembatani oleh pemerintah desa. Sebelumnya proses mediasi juga pernah pada tahun 2018 silam. Hasilnya, pihak pabrik bersedia memberikan kompensasi kepada para warga terdampak. Seiring berjalannya waktu, para warga pun kembali mengeluhkan bau dan debu yang pabrik keluarkan. Karena semakin menyengat dan warga rasakan sampai saat ini. Hingga akhirnya, para warga pun kembali melakukan protes kepada pihak pabrik.

Rencananya, dalam waktu dekat Pemerintah Desa Tanjung Kalang akan segera melakukan mediasi antara warga dan pihak pabrik. Untuk mencari solusi terkait polusi udara ini. Proses mediasi akan terlaksana di balai desa setempat. Menghadirkan pihak dari Bhabinkamtibmas dan Pemerintah Kecamatan Ngronggot. (sh)